Padang, Javanusa—Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Doddy San Ismail meninjau langsung Rumah Singgah SD I–II Teladan Panti Pasaman di Kota Padang, Kamis (8/1/2026).
Kunjungan ini untuk memastikan warga Pasbar tetap aman dan terlayani di tengah isu dugaan pengusiran penghuni rumah singgah.
Langkah cepat tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut Pemerintah Daerah Pasaman Barat atas pemberitaan yang beredar di masyarakat.
Pemda menegaskan komitmennya melindungi warga yang tengah menjalani pengobatan di Kota Padang.
Pastikan Warga Aman dan Terlayani
Sekda mengecek langsung kondisi rumah singgah yang berada di bawah naungan Yayasan Doktor Haji Abdullah Ahmad PGAI Padang.
Ia juga berdialog dengan warga Pasaman dan Pasaman Barat yang sedang menempati fasilitas tersebut.
“Kami hadir untuk memastikan warga Pasaman dan Pasbar berada dalam kondisi aman dan mendapatkan pelayanan yang layak,” kata Doddy San Ismail.
Menurutnya, pemerintah tidak ingin warga dirugikan, terlebih mereka sedang fokus pada proses pengobatan.
Selain meninjau fasilitas, Sekda menyerahkan bantuan langsung kepada warga yang menghuni rumah singgah.
Bantuan itu untuk meringankan kebutuhan dasar selama warga menjalani perawatan di Padang.
Pemda Pasbar menilai keberadaan rumah singgah sangat penting bagi warga daerah yang berobat ke rumah sakit rujukan di Kota Padang
Karena itu, aspek kenyamanan dan keamanan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Jangan Libatkan Warga yang Sedang Berobat
Sekda menegaskan pemerintah tidak menginginkan persoalan internal berdampak pada masyarakat.
Ia meminta agar setiap masalah diselesaikan secara musyawarah oleh pihak-pihak terkait.
“Jika ada persoalan internal yayasan, kami harap diselesaikan dengan baik. Jangan sampai melibatkan warga yang sedang sakit dan membutuhkan ketenangan,” ujar Doddy.
Pemkab Pasbar berkomitmen terus mengawal perlindungan warganya, khususnya dalam layanan sosial dan kesehatan. (*/red)






