Padang Panjang, Javanusa—Upaya memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia terus digalakkan di Kota Padang Panjang.
Pada Rabu (17/9/2025), Wali Kota Hendri Arnis bersama Ketua TP-PKK, Ny. Maria Feronika Hendri secara resmi meluncurkan program Sekolah Keluarga di Pendopo Rumah Dinas.
Program yang digagas Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPPA) berkolaborasi dengan TP-PKK ini diikuti oleh 80 peserta dari 16 kelurahan. Setiap kelurahan mengutus lima orang warganya yang telah menikah dan memiliki anak.
Turut hadir dalam launching ini Wakil Wali Kota, Allex Saputra, Ketua DPRD, Imbral, unsur Forkopimda, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hendri menekankan pentingnya keluarga sebagai pondasi pembangunan karakter generasi bangsa.
“Dari keluarga akan lahir calon pemimpin, ulama, intelektual, sekaligus pekerja keras yang membangun bangsa dan negara. Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat, dan generasi yang kuat itulah yang menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya.
Pemberdayaan Perempuan Jadi Agen Perubahan
Ketua TP-PKK, Ny. Maria Feronika Hendri, menambahkan bahwa Sekolah Keluarga juga memiliki peran strategis dalam memberdayakan perempuan agar menjadi agen perubahan.
Ia mengharapkan, program ini mampu memperkuat fungsi keluarga, menekan angka perceraian, serta mengurangi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Tujuannya tidak hanya menciptakan keluarga yang harmonis, sejahtera, dan berpendidikan, tetapi juga memperkuat keluarga sebagai unit dasar pembangunan masyarakat,” katanya.
DSPPKBPPPA: Orang Tua Jadi Sasaran Tepat
Sementara itu, Kepala DSPPKBPPPA, Osman Bin Nur, menyampaikan orang tua dipandang sebagai sasaran yang tepat dalam program ini.
Melalui pendidikan dan pembinaan, para peserta memperoleh tambahan pengetahuan serta keterampilan agar mampu menerapkan pola asuh yang baik. Dengan begitu, tumbuh kembang generasi muda di Padang Panjang dapat lebih terarah dan berkualitas.
Program Sekolah Keluarga ini direncanakan berlangsung selama dua bulan. Pertemuan dijadwalkan rutin setiap hari Selasa dan dipusatkan di masing-masing kecamatan, sehingga peserta lebih mudah menjangkaunya. (*/red)






