Sekolah Rakyat Dibuat Boarding agar Anak Miskin Punya Lingkungan Belajar Layak

Penulis -

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Pemerintah Daerah Lima Puluh Kota, Banyuasin, Lampung Tengah, dan DPRD Aceh Singkil di Kementerian Sosial, Rabu (13/5/2026). (Foto: Kemensos)

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Pemerintah Daerah Lima Puluh Kota, Banyuasin, Lampung Tengah, dan DPRD Aceh Singkil di Kementerian Sosial, Rabu (13/5/2026). (Foto: Kemensos)

Jakarta, Javanusa—Banyak anak dari keluarga prasejahtera kesulitan keluar dari lingkaran kemiskinan. Kondisi lingkungan belajar yang tidak kondusif memperkuat masalah itu. Karena itu, pemerintah menyiapkan Sekolah Rakyat berbasis asrama sebagai solusi pendidikan unggulan.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan Sekolah Rakyat hadir untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi. Ia menyampaikan hal itu saat menerima audiensi Pemerintah Daerah Lima Puluh Kota, Banyuasin, Lampung Tengah, dan DPRD Aceh Singkil di Kementerian Sosial, Rabu (13/5/2026).

“Tujuan Sekolah Rakyat cuma satu, untuk memutus transmisi kemiskinan. Presiden Prabowo Subianto tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin,” kata Agus Jabo.

Konsep Boarding School Jadi Solusi Lingkungan Belajar

Pemerintah merancang Sekolah Rakyat sebagai sekolah berasrama atau boarding school. Konsep ini menjawab kebutuhan anak miskin yang tidak hanya membutuhkan akses sekolah, tetapi juga lingkungan hidup yang layak.

Agus Jabo menjelaskan banyak anak pulang ke rumah dengan kondisi yang tidak mendukung proses belajar.

“Kalau mereka sekolah reguler dari pukul 7 sampai pukul 1 lalu pulang ke rumah. Rumahnya itu tidak layak. Makan satu kali sehari, mau belajar lampunya tidak ada, pergaulannya juga tidak jelas. Bagaimana mereka mau berkembang? Itu jelinya Pak Presiden, ini ditangani dan negara yang mengurus,” ujarnya.

Data Risiko Kemiskinan Antargenerasi

Kemensos mencatat lebih dari 64 persen anak dari keluarga miskin berisiko mengalami kemiskinan yang berulang antar generasi. Kondisi ini muncul tanpa intervensi negara yang kuat dan berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah tidak hanya fokus pada pendidikan. Intervensi juga menyasar ekonomi keluarga dan kondisi rumah.

“Perintah Pak Presiden itu (ekonominya) diurus juga. Ekonomi ibu bapaknya diurus, rumahnya yang rusak diperbaiki,” kata Agus Jabo.

Baca Juga :  BKMT Se-Sumbar Gelar Muhasabah, Wako Hendri Septa Ajak Jamaah Sukseskan Pemilu 2024
Intervensi Terpadu Pemerintah

Kementerian Sosial bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kerja sama ini menargetkan perbaikan sekitar 10 ribu rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat pada tahun ini.

Program Sekolah Rakyat menjadi bagian penting strategi pengentasan kemiskinan ekstrem. Pemerintah mengintegrasikan pendidikan, ekonomi, dan hunian dalam satu kebijakan.

Skala Program dan Target Nasional

Program Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 titik di Indonesia. Sebanyak 15.954 siswa sudah mengikuti program ini.

Tahun ini, pemerintah menargetkan 104 sekolah permanen siap beroperasi pada Juli 2026. Penambahan ini memperluas kapasitas pendidikan bagi keluarga miskin.

“Presiden maunya cepat, banyak dan (kualitasnya) terbaik,” ujar Agus Jabo.

Fasilitas Sekolah dan Dukungan Siswa

Sekolah Rakyat menyasar masyarakat miskin pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Meski demikian, fasilitasnya setara sekolah unggulan.

Setiap sekolah dilengkapi asrama, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, dan aula. Pemerintah juga menanggung kebutuhan siswa secara penuh.

Agus Jabo menegaskan Presiden menginginkan setiap daerah memiliki akses program ini.

“Presiden memerintahkan tiap kabupaten/ kota minimal punya satu (Sekolah Rakyat),” katanya.

Siswa mendapatkan makan tiga kali sehari, snack dua kali sehari, delapan seragam, dan empat pasang sepatu.

Lulusan Sekolah Rakyat akan diarahkan sesuai minat. Mereka bisa melanjutkan pendidikan atau masuk dunia kerja sebagai tenaga terampil.

Dukungan Daerah Lima Puluh Kota

Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menegaskan kesiapan daerah menyediakan lahan.

“Tentang lahan (Sekolah Rakyat) Pak Mensos minta 8 hektare, kami kasih 10 hektare. Persiapan yang lain juga tengah kami siapkan,” kata Safni.

Usulan Lahan di Banyuasin

Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin juga menyiapkan lokasi baru untuk pembangunan sekolah. Lahan sebelumnya tidak memenuhi kriteria Kementerian PUPR.

Baca Juga :  Mensos Gus Ipul Prihatin Tragedi Anak SD Gantung Diri di NTT, Tekankan Perlindungan Sosial

Kepala Dinas Sosial Banyuasin Salni Fajar menjelaskan perkembangan terbaru.

“Perintah Pak Bupati menyiapkan lahan lain, alhamdulilah dapat di dekat kompleks perkantoran Pemkab seluas 6,5 hektare,” kata Salni.

Turut hadir Tenaga Ahli Menteri Budi Prasetyo, Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Joko Widiarto, serta sejumlah pejabat Kemensos lainnya. Hadir pula Sekber Sekolah Rakyat Jauhari.

Dari daerah, hadir jajaran Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, Banyuasin, Aceh Singkil, dan Lampung Tengah. DPRD Aceh Singkil juga ikut dalam audiensi tersebut. (*/red)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru