Padang, Javanusa— Semen Padang FC kembali menjadi sorotan setelah FIFA menjatuhkan sanksi berupa larangan mendaftarkan pemain baru selama tiga periode transfer. Hukuman ini resmi berlaku sejak 9 Juni 2025.
Larangan tersebut diumumkan dalam daftar resmi FIFA Registration Bans List. Di mana Semen Padang tercatat sebagai salah satu klub yang belum memenuhi kewajiban administrasi terkait transfer pemain.
Sanksi Terkait Kompensasi Bruno Dybal
CEO Semen Padang FC, Win Bernardino, membenarkan sanksi dari FIFA tersebut. Ia mengungkapkan permasalahan muncul akibat keterlambatan dalam penyelesaian kompensasi terhadap mantan pemain asing, Bruno Dybal.
“Iya, ini terkait penyelesaian kompensasi pemain asing yang kami lepas di putaran pertama musim lalu,” kata Win dalam keterangan resmi, Selasa (10/6/2026).
“Memang ada keterlambatan karena proses administrasi di akhir Mei dan awal Juni yang cukup banyak hari libur,” sambungnya.
Win menegaskan kasus ini tidak terkait dengan Charlie Scott, pemain asal Inggris yang sempat terlibat perselisihan terbuka dengan manajemen.
“Konflik dengan Scott sudah selesai. Pembayaran haknya telah dituntaskan pada awal Juni,” jelasnya.
Mengenai Bruno Dybal, gelandang serang yang hanya tampil dalam 10 laga bersama Semen Padang, Win menyebut kompensasinya akan diselesaikan pada akhir Juni 2025. “Target kami akhir bulan ini selesai. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tegasnya.
Bruno Dybal sebelumnya memperkuat Persiraja Banda Aceh sebelum bergabung dengan Semen Padang. Karena kontribusinya dinilai kurang maksimal, ia dilepas lebih awal pada putaran pertama musim 2024/2025.
Persiapan Liga 1 Tetap Jalan
Meski sedang menjalani hukuman FIFA, manajemen menegaskan sanksi ini tidak akan menghambat persiapan menuju Liga 1 musim 2025/2026.
“Insya Allah Semen Padang akan segera menyelesaikan masalah ini. Tim tetap fokus untuk promosi dan tidak terganggu,” tutup Win. (*/red)
Sumber: Jawapos.com






