Sensus Ekonomi 2026 Momentum Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Nasional

Penulis -

Senin, 29 Juni 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Sektor Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (29/6/2026). (Foto: Kementerian Ekraf)

Pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Sektor Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (29/6/2026). (Foto: Kementerian Ekraf)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah mulai mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Sektor Ekonomi Kreatif sebagai langkah memperkuat data nasional.

Pendataan tersebut diharapkan menghasilkan informasi yang lebih akurat sehingga kebijakan pengembangan ekonomi kreatif dapat disusun secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk sektor ekonomi kreatif.

Kolaborasi ini bertujuan membangun basis data yang komprehensif sebagai acuan dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan data memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional.

“Data adalah infrastruktur yang mutlak menjadi kebutuhan pemerintah maupun di luar pemerintah. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 merupakan investasi besar bagi kemajuan bangsa. Data yang akurat akan melahirkan kebijakan yang tepat, membuka ruang-ruang baru bagi percepatan ekonomi kreatif serta menjadi bekal menuju Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Muhaimin saat Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 Sektor Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (29/6).

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Pemetaan Potensi Nasional

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyebut pelaksanaan SE 2026 menjadi kesempatan penting untuk memetakan seluruh potensi ekonomi kreatif Indonesia secara lebih menyeluruh.

Menurutnya, ketersediaan data yang lebih akurat akan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, asosiasi, hingga pelaku usaha dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan data yang semakin jelas, pemerintah, asosiasi, akademisi, dan pegiat usaha dapat berkolaborasi lebih efektif menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Ekraf.

Ia menambahkan, sejak awal pemerintah menempatkan data subsektor ekonomi kreatif sebagai fondasi utama penyusunan kebijakan. Data tersebut juga menjadi rujukan bagi berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Raya Fase VII Rampung, BPPW Sumbar Serah Terima Pengelolaan ke Pemko Padang

“Sejak awal kami meyakini bahwa data subsektor ekonomi kreatif sangat penting. Data inilah yang menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan. Sekaligus menjadi referensi bagi asosiasi dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” tambahnya.

Kontribusi Ekonomi Kreatif Terus Meningkat

Data Statistik Ekonomi Kreatif 2025 yang dirilis BPS menunjukkan sektor ekonomi kreatif terus mencatat pertumbuhan positif. Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif mencapai Rp1.757,87 pada 2025 dengan pertumbuhan sebesar 6,86 persen.

Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada level 5,11 persen. Selain itu, sektor ekonomi kreatif telah menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja atau setara 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional.

BPS Ajak Pelaku Usaha Berpartisipasi Aktif

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa pembaruan statistik ekonomi kreatif akan terus dilakukan. Karena itu, partisipasi aktif para pelaku usaha menjadi kunci agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi perekonomian Indonesia.

“Sensus ekonomi ibarat rekam medis perekonomian Indonesia. Ketika kita memiliki data yang lengkap dan akurat, maka kebijakan yang dihasilkan akan semakin tepat sasaran. Karena itu, kami mengajak seluruh pegiat usaha memberikan informasi yang benar. Tidak perlu khawatir, kerahasiaan data dijamin sesuai peraturan perundang-undangan,” ungkap Amalia.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kementerian Ekraf bersama BPS juga menyerahkan Statistik Data Ekonomi Kreatif 2025. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026 secara bersama-sama yang melibatkan perwakilan asosiasi dari berbagai subsektor ekonomi kreatif. (*/red)

Berita Terkait

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB