Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan gelaran Sensus Ekonomi 2026.
Hal ini ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran saat menerima audiensi jajaran Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang Dessi Febriyanti di Kediaman Resmi Wali Kota, Rabu (21/1/2026).
Dessi Febriyanti menjelaskan Sensus Ekonomi merupakan mandat UU Nomor 16 Tahun 1967. Pendataan ini akan menyasar seluruh pelaku usaha di Kota Padang, mulai dari skala mikro (kecil), menengah, hingga perusahaan besar.
“Saat ini kami tengah menggencarkan sosialisasi agar masyarakat dan pelaku usaha memahami urgensi sensus ini. Kami berharap warga tidak ragu saat menerima petugas pendataan di lapangan nanti,” ujar Dessi.
Selain Sensus Ekonomi, Dessi juga memaparkan sejumlah program unggulan BPS Kota Padang tahun 2026. Diantaranya Pembinaan Statistik Kelurahan yang diminta Wali Kota Padang agar difokuskan pada wilayah terdampak bencana.
Tujuannya adalah menghasilkan basis data kebencanaan yang akurat untuk mendukung mitigasi risiko dan perumusan kebijakan daerah.
BPS juga menggulirkan program Statistik Goes to School dan Statistik Goes to Campus.
Program ini bertujuan mengenalkan pentingnya data kepada pelajar dan akademisi sebagai dasar berpikir kritis dan pengambilan keputusan berbasis fakta.
Pendekatan kepada masyarakat juga dilakukan melalui kegiatan Senam Sensus yang direncanakan berlangsung Januari–Februari 2026.
Sesuai arahan Wali Kota, kegiatan ini akan menggandeng KORMI Kota Padang agar jangkauan sosialisasi lebih luas dan menarik minat publik.
Pentingnya Data Akurat
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut positif langkah proaktif BPS Kota Padang dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Ia menegaskan data statistik yang akurat menjadi kunci utama perencanaan pembangunan kota yang tepat sasaran.
“Pemko Padang mendukung penuh. Jika datanya akurat, maka perencanaan pembangunan ke depan akan lebih kuat dan benar-benar bermanfaat bagi warga,” ujar Fadly. (*/red)






