Javanusa.com—Mighfar Suganda menyiapkan langkah baru dalam perjalanan musiknya lewat lagu Semesta. Karya tersebut hadir setelah sejumlah lagunya mencatat performa kuat di berbagai platform digital.
Penyanyi sekaligus penulis lagu Mighfar Suganda kembali menyiapkan karya terbaru. Kali ini, ia akan memperkenalkan Semesta sebagai lagu fokus dari proyek musik terbarunya.
Karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan Mighfar setelah beberapa lagunya meraih perhatian besar di platform digital. Lagu-lagunya juga disebut telah mengumpulkan lebih dari 200 juta views dan streams.
Perjalanan Musik Mighfar Suganda
Sebelum menyiapkan Semesta, Mighfar Suganda lebih dulu mencuri perhatian lewat sejumlah karya, termasuk Gemuruh Riuh dan Anti Hero.
Anti Hero bahkan masuk dalam jajaran lagu yang viral di sejumlah tangga lagu Indonesia. Pencapaian tersebut ikut memperkuat posisi Mighfar sebagai solois pria yang tengah berkembang di industri musik Tanah Air.
Namanya kemudian ditempatkan dalam deretan penyanyi dan penulis lagu yang memiliki karakter kuat, seperti Tulus, Hindia, Sal Priadi, Pamungkas, dan Fiersa Besari.
Menariknya, Mighfar membangun perjalanan tersebut secara mandiri melalui jalur label independen. Ia kini membuka babak baru setelah menjalin kerja sama dengan FAM (88 Rising music distribution).
Melalui kerja sama tersebut, Mighfar menjadi musisi eksklusif yang akan merilis karya-karyanya melalui FAM. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari rencananya untuk membawa musiknya ke pasar internasional.
Semesta Nirvana Angkat Kisah Kehidupan
Selain lagu Semesta, Mighfar juga menyiapkan mini album bertajuk Semesta Nirvana. Proyek ini membawa cerita yang lebih luas tentang perjalanan manusia dalam menjalani kehidupan.
Mini album tersebut mengangkat berbagai tema, mulai dari keluarga, persahabatan, percintaan, impian hingga pergulatan menghadapi kenyataan.
Mighfar menggambarkan proyek itu sebagai perjalanan emosional manusia. Ceritanya bergerak dari kebahagiaan dan harapan menuju kekecewaan, patah hati, kegagalan, hingga proses menerima kenyataan.
Pada akhirnya, Semesta Nirvana membawa pesan untuk tetap menjalani kehidupan. Pesan itu muncul meski seseorang harus menghadapi berbagai persoalan dan kenyataan pahit dalam perjalanan hidupnya.
Konsep tersebut membuat mini album ini tidak hanya berbicara tentang musik. Mighfar juga menghubungkan kisah di dalamnya dengan perjalanan manusia sebelum meninggalkan dunia menuju kehidupan setelah kematian.
Mini Album Hadir Bersama Novel Semesta
Proyek Semesta Nirvana juga memiliki sisi lain yang cukup menarik. Mighfar Suganda berencana merilis mini album tersebut bersamaan dengan novel pertamanya yang berjudul Semesta.
Novel itu berada di bawah naungan Penerbit Aksara. Penerbit tersebut sebelumnya menerbitkan salah satu novel best seller yang kemudian diadaptasi menjadi film berjudul Nanti Setelah Ibu Tiada.
Kehadiran musik dan novel secara bersamaan membuat Semesta menjadi proyek lintas karya dalam perjalanan kreatif Mighfar. Proyek ini sekaligus memperlihatkan upayanya mengembangkan cerita melalui medium musik dan sastra.
Dengan rangkaian karya tersebut, Mighfar Suganda memasuki fase baru dalam kariernya. Setelah membangun basis pendengar melalui jalur independen, ia kini menatap peluang yang lebih luas bersama tim dan label yang mendukung langkah internasionalnya. (*)
Sumber: IG Podcast Some Story/Release Day!






