Javanusa.com—Film Dukun Magang siap meramaikan bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026. Menggabungkan elemen horor, komedi, dan petualangan, film ini menawarkan kisah seorang mahasiswa yang tanpa sengaja terseret ke dunia mistis saat berusaha menyelesaikan skripsinya.
Disutradarai Chiska Doppert, film berdurasi 100 menit ini dapat disaksikan penonton berusia 13 tahun ke atas. Produksi tersebut berada di bawah arahan produser Sahrul Gibran dan Jems Sumartumin.
Mahasiswa Skripsi yang Berakhir Menjadi Murid Dukun
Cerita berfokus pada Raka, karakter yang diperankan Jefan Nathanio. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, Raka tengah menghadapi tekanan akademik dan kesulitan menyelesaikan skripsi.
Situasi berubah ketika ia harus menjalani masa “magang” bersama Mbah Djambrong, seorang dukun legendaris yang menetap di Desa Kalimati. Pengalaman yang awalnya tidak pernah ia bayangkan itu kemudian membawanya ke serangkaian peristiwa tak terduga.
Dalam perjalanannya, Raka ditemani Sekar, mahasiswi cerdas dan pemberani asal Kalimati yang diperankan Hana Saraswati. Sebagai pewaris tradisi keluarganya, Sekar menjadi sosok penting yang memperkenalkan Raka pada kehidupan desa sekaligus dunia mistis yang menyelimutinya.
Teror Kuntilanak Hitam Mengancam Desa Kalimati
Konflik mulai muncul ketika Raka dan Sekar tanpa sengaja membebaskan Kuntilanak Hitam yang telah dikurung selama 12 tahun.
Lepasnya sosok tersebut memicu rangkaian teror yang mengganggu ketenangan Desa Kalimati. Di tengah situasi yang semakin mencekam, Raka harus mempelajari ilmu perdukunan dalam waktu singkat untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang.
Ketegangan demi ketegangan menjadi bagian penting dalam alur cerita. Namun, film ini tidak hanya mengandalkan unsur horor semata.
Perpaduan Horor dan Komedi Jadi Daya Tarik Utama
Keunikan Dukun Magang terletak pada kombinasi suasana menyeramkan dengan humor yang muncul dari pengalaman Raka sebagai dukun pemula.
Berbagai kejadian kocak muncul karena keterbatasan pengetahuan Raka dalam memahami dunia perdukunan. Kondisi tersebut menghadirkan keseimbangan antara adegan menegangkan dan momen menghibur sepanjang film.
Pendekatan ini menjadikan Dukun Magang berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia yang biasanya berfokus pada teror tanpa sentuhan komedi yang kuat.
Diperkuat Sejumlah Aktor Muda
Selain Jefan Nathanio, Hana Saraswati, dan Adi Sudirja, film ini juga menghadirkan Fajar Nugra yang turut memperkuat jalannya cerita.
Dengan latar tradisi lokal, nuansa mistis desa, serta perjuangan seorang mahasiswa yang terjebak dalam situasi di luar dugaan, Dukun Magang menawarkan pengalaman menonton yang memadukan rasa takut dan tawa dalam satu sajian. (*/red)






