Jakarta, Javanusa—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyatakan pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 berlangsung lebih tertib, akuntabel, dan berintegritas.
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers hasil seleksi jalur SNBT dan pengumuman calon penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur SNBT 2026 di Kantor Kemdiktisaintek, Senin (25/5).
Data SNBT 2026 menunjukkan jumlah pendaftar mencapai 871.496 peserta. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 860.976 peserta dan tahun 2024 sebanyak 785.058 peserta.
Peningkatan jumlah pendaftar terjadi di hampir seluruh jenis sekolah. Pendaftar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) mencapai 597.849 peserta.
Sementara itu, pendaftar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 141.330 peserta dan Madrasah Aliyah (MA) mencapai 126.505 peserta.
“Animo masyarakat untuk mengikuti SNBT terus meningkat. Ini menunjukkan semangat anak-anak muda Indonesia untuk maju melalui pendidikan tinggi terus tumbuh. Tentu ini menjadi kabar baik bagi upaya kita menyiapkan talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Brian.
Menteri Brian juga mengapresiasi seluruh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), perguruan tinggi, penyusun soal, teknisi, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan SNBT tahun ini.
Menurutnya, proses seleksi nasional menjadi gerbang harapan generasi muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan masa depan yang lebih baik.
Pengumuman Calon Penerima KIP Kuliah
Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Pada jalur SNBT 2026, jumlah peserta dari pendaftar KIP Kuliah mencapai 251.991 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 86.118 peserta dinyatakan sebagai penerima atau sekitar 33,59 persen dari total peserta yang diterima.
Menteri Brian menjelaskan penyaluran KIP Kuliah tahun ini mengacu pada arahan Presiden Republik Indonesia melalui Instruksi Presiden terkait penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurutnya, kebijakan tersebut membuat bantuan pendidikan lebih tepat sasaran dan menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pengawasan UTBK-SNBT Diperketat
Selain peningkatan akses dan jumlah peserta, Kemdiktisaintek juga memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan kecurangan selama pelaksanaan UTBK-SNBT 2026.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok mengatakan berbagai langkah pengamanan diterapkan selama proses seleksi berlangsung.
Langkah tersebut meliputi penggunaan metal detector, face recognition, pendeteksian anomali jawaban menggunakan kecerdasan buatan (AI), hingga pengacakan jadwal dan lokasi ujian.
Menteri Brian menegaskan integritas menjadi fondasi utama dalam proses seleksi nasional. Menurutnya, pendidikan tidak boleh dibangun melalui praktik yang melanggar aturan dan nilai kejujuran.
“Pendidikan adalah proses menyiapkan masa depan. Karena itu, kami tidak akan menoleransi sekecil apa pun bentuk pelanggaran integritas dalam proses seleksi nasional ini,” tegas Menteri Brian.
Melalui pelaksanaan SNBT 2026, Kemdiktisaintek terus berkomitmen menghadirkan sistem seleksi pendidikan tinggi yang inklusif, kredibel, dan berkeadilan. Selain itu, pemerintah juga terus memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh anak bangsa. (*/red)






