Solsel, Javanusa—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong Kabupaten Solok Selatan (Solsel) menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis agroindustri dan ekonomi hijau.
Arahan ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Firdaus Firman dalam Musrenbang RKPD 2027 di Aula Sarantau Sasurambi, Senin (6/4/2026).
Dalam forum tersebut, ditegaskan Musrenbang memiliki fungsi strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Penyelarasan ini dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Provinsi juga menempatkan Solok Selatan sebagai wilayah dengan potensi pengembangan ekonomi yang signifikan.
Daerah ini tidak lagi diposisikan sebagai hinterland, melainkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Sumatera Barat.
Firdaus Firman menyebutkan, arah pembangunan daerah ke depan difokuskan pada tiga strategi utama.
Pertama, pengembangan energi hijau melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), terutama untuk mendukung kebutuhan listrik di kawasan perdesaan dan sektor industri.
Kedua, hilirisasi komoditas unggulan daerah. Sejumlah komoditas seperti kopi arabika, madu hutan, talas, pinang, dan hasil hutan rakyat akan didorong untuk diolah, tidak lagi dijual dalam bentuk mentah.
Pengolahan direncanakan melalui pembangunan mini plant berbasis koperasi dan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) guna meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.
Ketiga, pelestarian bentang alam Solok Selatan yang memiliki kekayaan hutan dan sumber daya air. Kawasan ini diarahkan tetap berfungsi sebagai area konservasi sekaligus pusat edukasi lingkungan.
Selain sektor ekonomi, pemerintah juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya ini mencakup percepatan penanganan stunting agar pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi arahan tersebut, Wakil Bupati Solsel, Yulian Efi menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (*/red)






