Padang, Javanusa—Stadion Haji Agus Salim di Kota Padang, Sumatera Barat, dibangun kembali dengan konsep football-only stadium atau stadion khusus sepak bola.
Stadion berkapasitas 12.067 penonton ini dirancang dengan fasilitas pendukung pertandingan dan sentuhan arsitektur Minangkabau.

PT Hutama Karya (Persero) selaku pelaksana proyek telah memulai tahap awal konstruksi melalui pekerjaan fondasi. Pembangunan stadion tersebut diharapkan meningkatkan kualitas fasilitas olahraga di Sumatera Barat.
Lapangan Berstandar FIFA dan Papan Skor
Berdasarkan informasi Hutama Karya dalam siaran pers pada Rabu (28/10/2026), stadion ini berdiri di kawasan seluas 53.068 meter persegi. Sementara itu, luas bangunan utamanya mencapai 21.748 meter persegi.

Salah satu fasilitas utama Stadion Haji Agus Salim adalah lapangan sepak bola berstandar FIFA. Stadion ini juga dilengkapi papan skor (scoreboard) untuk mendukung penyelenggaraan pertandingan.
Konsep khusus sepak bola membuat stadion tersebut berfokus pada kebutuhan pertandingan, pemain, ofisial, dan penonton. Desain modern dengan sentuhan arsitektur Minangkabau turut menjadi ciri bangunan ini.
Fasilitas Pemain dan Ofisial
Stadion Haji Agus Salim menyediakan sejumlah ruang khusus untuk menunjang kegiatan pertandingan. Fasilitas tersebut mencakup ruang ganti pemain, ruang pemanasan pemain, dan ruang wasit.

Pengelola juga akan memiliki ruang konferensi pers untuk mendukung kegiatan media setelah pertandingan. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari kelengkapan stadion untuk penyelenggaraan pertandingan sepak bola.
Lobi, Lounge, hingga Area Kuliner
Selain fasilitas pertandingan, stadion ini menyediakan lobi, lounge, dan area kuliner. Fasilitas tersebut mendukung kebutuhan pengunjung selama berada di kawasan stadion.

Stadion Haji Agus Salim juga menyediakan tempat duduk aksesibel bagi penyandang disabilitas. Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan stadion yang lebih mudah diakses berbagai kalangan.
Pembangunan Stadion Memasuki Tahap Awal
Hutama Karya memulai pekerjaan fondasi setelah menyiapkan tahap awal konstruksi. Pada Selasa (27/10/2026), COO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meninjau lokasi proyek.

Peninjauan tersebut bertujuan memastikan kesiapan lahan, lapangan, dan area kerja. Para pihak juga berkoordinasi untuk menjaga kualitas pembangunan serta keselamatan kerja.
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, mengatakan pihaknya menyiapkan setiap tahap pekerjaan secara terencana. Perusahaan juga berkomitmen menjaga kualitas, keselamatan kerja, dan target penyelesaian yang telah ditetapkan.

Pembangunan kembali stadion ini diharapkan meningkatkan kualitas fasilitas olahraga sekaligus mendukung perkembangan sepak bola di Sumatera Barat. (*)






