Stok Beras Diproyeksi Tembus 5 Juta Ton, Mentan Dorong Kampus Perkuat Inovasi dan Hilirisasi

Penulis -

Minggu, 12 April 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri kegiatan Idul Fitri FunFest 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni ITS di Jakarta, Sabtu (11/4). (Foto: Kementan)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri kegiatan Idul Fitri FunFest 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni ITS di Jakarta, Sabtu (11/4). (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan stok beras nasional diproyeksikan mencapai 5 juta ton pada April 2026.

Ia menekankan, capaian tersebut perlu diimbangi dengan peran aktif perguruan tinggi dalam mendorong inovasi dan hilirisasi teknologi pertanian.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Idul Fitri FunFest 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Jakarta, Sabtu (11/4).

Dalam sambutannya, Amran menyebut produksi pangan nasional mengalami peningkatan signifikan. Ia menyampaikan, stok beras diperkirakan mencapai 5 juta ton pada bulan ini.

“Sekarang, bulan ini, insya Allah, 5 juta ton beras kita. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan produksi beras dalam negeri berdampak pada berkurangnya ketergantungan impor. Sebelumnya, Indonesia mengimpor sekitar 7 juta ton beras, sementara saat ini tidak dilakukan impor.

“Dulu kita impor 7 juta ton beras. Sekarang kita tidak impor. Dampaknya, harga pangan dunia turun,” katanya.

Amran menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. “Ini kerja kita semua. Ini kerja bersama. Bukan saya,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan tantangan ke depan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pemanfaatan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi secara nyata.

“Kampus harus hadir dengan aksi nyata, bukan seremoni,” katanya.

Ia menilai riset di kampus telah berkembang, namun masih terdapat kendala pada hilirisasi dan pemasaran hasil inovasi.

“Kelemahan kita di kampus adalah tidak mampu mengkomunikasikan apa yang kita ciptakan dan harus melihat pasar,” ujarnya.

Amran mendorong Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk berperan lebih besar dalam menghadirkan teknologi yang digunakan masyarakat, seperti alat dan mesin pertanian, kendaraan listrik, serta inovasi berbasis kebutuhan lapangan.

Baca Juga :  Inovasi Mahasiswa UNS: Burger TemCi Olahan Tempe dan Kentang Kleci Tembus 700 Porsi

“Kita ingin ke depan, yang mensuplai traktor, alat pertanian, itu dari ITS. Pasti bisa,” katanya.

Sebagai contoh, ia menyinggung pengembangan alat mesin pertanian berupa traktor perahu yang perlu terus disempurnakan dan diproduksi secara massal.

“Traktor, apa namanya itu? Oh ini sudah jadi ya? Nah ini traktor perahu. Sudah, diperbaiki terus, rekayasa kita adakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah siap mendukung dan menyerap inovasi dalam negeri selama diproduksi dalam skala besar dan memenuhi standar kualitas.

“Kami ingin ITS terdepan. Bisa ya?” katanya.

Amran juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi untuk memperkuat kemandirian nasional.

“Kita sama-sama, gandengan tangan. Enggak ada istilah Unhas, IPB, ITS. Kita harus kolaborasi, demi Merah Putih,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak kampus dan alumni untuk terlibat dalam hilirisasi riset yang sesuai dengan kebutuhan nasional.

“Ayo kita bergerak di hilirisasi, meneliti sesuai kebutuhan negara,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru