“Inovasi ini kami nilai sangat sesuai dengan arahan Presiden terkait menjadikan negara sebagai lumbung pangan dunia. LIHAI telah direplikasi oleh empat kabupaten dan kota di Sumbar. Ada pun secara aplikatif, inovasi ini memudahkan petugas lapangan dalam pemeliharaan, menjamin keberlanjutan ketersediaan air bagi petani, memudahkan jadwal tanam, serta memudahkan akses data irigasi,” jelas Gubernur.
Dalam memaparkan inovasi, Gubernur Mahyeldi juga dihadapkan dengan berbagai pertanyaan dari beberapa dewan juri, yang berusaha menggali lebih jauh terkait kelebihan yang diusung pada program Masuk Surga dan LIHAI.
Jajaran juri yang hadir di antaranya, Titin Rosmasari dari CNN Indonesia, Rifqi Sjarief Assegaf, Ph.D dari pihak Kemitraan Pemerintah, serta Tri Widodo Wahyu Utomo selaku Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara (LAN). (*/adpsb)






