Suplai Pangan Terganggu, Inflasi Padang Naik 3,65 Persen

Penulis -

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Padang mengikuti Rakor High Level Marketing (HLM) TPID Triwulan IV Tahun 2025 di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (11/12/2025). (Foto: Prokopim Padang)

Wakil Wali Kota Padang mengikuti Rakor High Level Marketing (HLM) TPID Triwulan IV Tahun 2025 di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (11/12/2025). (Foto: Prokopim Padang)

Padang, Javanusa—Bencana banjir dan longsor yang melanda Kota Padang dalam beberapa pekan terakhir mulai menunjukkan dampak serius terhadap stabilitas harga pangan.

Lonjakan permintaan beras, gangguan distribusi komoditas, serta kerusakan irigasi pertanian membuat inflasi daerah kembali menjadi perhatian utama pemerintah kota menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kondisi ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) High Level Marketing (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan IV Tahun 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (11/12/2025).

Dalam forum tersebut, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memaparkan bahwa inflasi Kota Padang pada November 2025 tercatat sebesar 3,65 persen, dipicu oleh keterbatasan pasokan pangan akibat bencana hidrometeorologi.

“Permintaan beras di pasaran meningkat sehingga terjadi kekurangan stok. Selain itu harga cabai dan telur ayam juga mengalami kenaikan akibat kendala transportasi dari luar daerah karena banjir dan longsor. Inilah yang memicu inflasi,” ujar Maigus.

Ia menjelaskan, meski harga sejumlah komoditas kini mulai stabil, namun ketersediaan pangan masih berada pada kondisi rentan.

Menjelang Nataru, konsumsi masyarakat diprediksi meningkat, sementara kerusakan infrastruktur pertanian memperburuk situasi di lapangan.

Di Kota Padang ada empat kecamatan yang terdampak, yaitu Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, dan Pauh, dengan total 176,25 hektare lahan pertanian tertimbun dan tidak dapat ditanami.

Selain itu terdapat 206 kelompok tani terdampak. Sementara total lahan yang bermasalah karena irigasi rusak mencapai 3.146 hektare.

Maigus menegaskan perlunya dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mempercepat perbaikan irigasi yang rusak. Putusnya suplai air berpotensi menekan produksi pangan secara berkepanjangan.

“Dengan kondisi ini, tentu inflasi 3,65 persen yang kita alami akan sulit dikendalikan apabila aspek irigasi tidak segera diatasi. Selain itu, akibat lahan yang tidak bisa ditanami, kemungkinan besar akan terjadi penambahan jumlah warga yang membutuhkan suplai beras dan dukungan pangan,” tutupnya. (*/red)

Baca Juga :  Sanggar Darak Rantak Nagari Malai III Koto Promosikan Seni Tradisional Padang Pariaman di Panggung Budaya Jakarta

Berita Terkait

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru