Jakarta, Javanusa—Suroso Isnandar resmi menjabat Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo.
Pergantian pimpinan perusahaan listrik negara tersebut disampaikan Komisaris Independen PLN Andi Arief pada Rabu (14/10/2026).
Andi menjelaskan, keputusan pergantian dirut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring melalui Zoom.
Rapat tersebut diikuti jajaran direksi dan komisaris PLN serta Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tedi Bharata.
“Iya, pergantian dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso,” ujar Andi Arief dikutip detik.com, Kamis (15/10/2026).
Suroso Rangkap Jabatan hingga Ada Pengganti Definitif
Setelah diangkat sebagai dirut, Suroso untuk sementara tetap menjalankan tugas sebelumnya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. Jabatan tersebut akan dirangkap hingga perusahaan menetapkan pengganti definitif.
Andi juga menyampaikan apresiasi kepada Darmawan Prasodjo atas kontribusinya selama memimpin PLN. Menurut dia, Darmawan telah menjalankan berbagai langkah transformasi di perusahaan milik negara tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasodjo, banyak melakukan transformasi. Saya yakin Pak Suroso dirut baru akan melakukan transformasi lanjutan,” kata Andi.
Suroso Dipanggil Prabowo ke Istana
Sebelum pengumuman pergantian pimpinan PLN, Suroso menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Presiden, Jakarta, pada Rabu sore.
Dalam pertemuan tersebut, Suroso hadir bersama Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta CEO Danantara Rosan Roeslani.
Usai pertemuan, Suroso menyampaikan perkembangan pemulihan pasokan listrik di wilayah Batam dan Bintan. Ia memastikan kondisi kelistrikan di Batam telah kembali normal sepenuhnya, sedangkan pemulihan di Bintan masih berlangsung.
“Sudah pulih, per hari ini hampir semuanya sudah pulih. Batam sudah pulih 100% dan Bintan sebagian menyusul,” ujar Suroso.
Gangguan Teknis Picu Pemadaman Listrik
Sementara itu, Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemadaman listrik di wilayah tersebut dipicu sejumlah gangguan teknis pada sistem kelistrikan setempat.
Menurut Bahlil, gangguan terjadi pada beberapa jaringan, termasuk yang diduga terdampak sambaran petir. Ia juga menyebut adanya kemungkinan gangguan akibat hewan yang mengenai jaringan listrik.
“Ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam dan ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir dan menurut mereka ya, dan ada kesalahan teknis lah, kira-kira begitu,” jelas Bahlil.
Ia menambahkan, salah satu kemungkinan penyebab gangguan berkaitan dengan hewan, yang menurut laporan awal diduga berupa kelelawar.
“Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena, kelelawar atau apa gitu,” sambungnya.
Pergantian pucuk pimpinan PLN ini berlangsung ketika perusahaan masih menangani pemulihan kelistrikan di sejumlah wilayah. Di bawah kepemimpinan Suroso, keberlanjutan transformasi perusahaan dan keandalan pasokan listrik menjadi perhatian dalam menjalankan tugas ke depan. (*)





