Syuting Film Berbagi Suami 2.0 Tuntas, Siap Tayang Kuartal I 2027

Penulis -

Senin, 27 Juli 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Film Berbagi Suami 2.0 selesai syuting. (Foto: Film Berbagi Suami 2.0)

Film Berbagi Suami 2.0 selesai syuting. (Foto: Film Berbagi Suami 2.0)

Jakarta, Javanusa—Film Berbagi Suami 2.0 resmi menuntaskan seluruh proses pengambilan gambar setelah menjalani syuting sejak 21 Mei 2026.

Produksi berlangsung di Yogyakarta, Solo, dan Jakarta sebagai latar yang merepresentasikan dinamika kehidupan keluarga di berbagai lingkungan sosial Indonesia.

Saat ini, tim produksi mulai memasuki tahap penyuntingan sebelum melanjutkan proses pembuatan musik, lagu tema, sound mixing, serta penyelesaian pascaproduksi lainnya.

Seluruh rangkaian tersebut dijadwalkan berlangsung hingga November 2026, dengan target penayangan pada kuartal pertama 2027.

Nia Dinata Kembali Mengangkat Isu Poligami

Berbeda dari film pertamanya, Berbagi Suami 2.0 mengeksplorasi dampak jangka panjang poligami terhadap perempuan dan anak-anak.

Cerita berfokus pada tiga tokoh perempuan beserta anak-anak mereka yang terhubung oleh pengalaman hidup dalam keluarga poligami.

Film ini juga menampilkan bagaimana luka emosional, ketimpangan relasi suami-istri, hingga persoalan identitas anak tetap membekas bahkan setelah kedua orang tua meninggal dunia.

Nia Dinata mengatakan sinema menjadi ruang yang tepat untuk membicarakan persoalan sosial yang selama ini sering dianggap biasa.

“Sinema adalah ruang artistik untuk mengungkapkan keresahan dan ketidakadilan dengan luwes dan terbuka. Sudah saatnya kita mempertanyakan kembali relasi kuasa yang timpang antara istri-suami. Juga anak yang sudah menjadi bagian dari sebuah perkawinan,” ujar Nia Dinata yang bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis film.

Terinspirasi Fenomena Perselingkuhan dan Poligami

Menurut tim produksi, meningkatnya perhatian publik terhadap isu perselingkuhan dan poligami di media maupun media sosial menjadi salah satu latar penting lahirnya film ini.

Meski banyak kisah pelaku maupun korban bermunculan ke ruang publik, dampak psikologis terhadap perempuan dan anak dinilai masih jarang mendapat perhatian secara utuh.

Karena itu, Berbagi Suami 2.0 berupaya mengajak penonton memahami sisi kemanusiaan di balik persoalan tersebut, bukan sekadar memberikan penilaian.

Baca Juga :  Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini Mengincar Usia Remaja? Ini Penjelasan Kemenkes

Selain menampilkan konflik keluarga, film ini juga menggambarkan perubahan posisi perempuan dalam kehidupan sosial di era digital melalui latar budaya Yogyakarta, Solo, dan Jakarta.

Melissa Karim Kembali Bergabung sebagai Produser

Film produksi Kalyana Shira Films ini diproduseri Melissa Karim yang memiliki kedekatan emosional dengan proyek tersebut.

Dua puluh tahun lalu, ia turut membintangi film pertama sebagai anak yang baru mengetahui ayahnya menjalani poligami.

“20 tahun yang lalu saya ikut berakting menjadi anak yang baru mengetahui bahwa ayahnya (yang saat itu diperankan oleh aktor kawakan Tio Pakusadewo) berpoligami. Sekarang saya membuat film ini bersama team yang sudah begitu lama kenal. Bagaikan sebuah keluarga besar yang memiliki satu visi, untuk terus membuat film yang kritis dan baik bagi masyarakat kita,” kata Melissa Karim.

Film ini juga menghadirkan kembali sejumlah kru lama. Termasuk penata sinematografi Ipung Rachmat Syaiful, penata busana Tania Soeprapto, serta komposer Aghi Narottama dan Ramondo Gascaro.

Deretan Pemeran Berbagi Suami 2.0

Film Berbagi Suami 2.0 dibintangi Morgan Oey, Jihane Almira, Atiqah Hasiholan, Rory Asyari, Tara Basro, Aming, Didik Nini Thowok, Ferry Salim. Leony V.H, Olga Lydia, Melissa Karim, Ayushita, dan Ersa Mayori.

Produksi ini juga menghadirkan penampilan spesial Titi DJ serta memperkenalkan aktor muda Sharon Sitania.

Di balik layar, Nia Dinata bertindak sebagai penulis, sutradara, sekaligus co-producer. Posisi director of photography diisi Ipung Rachmat Syaiful. Sementara Rico Marpaung dipercaya sebagai art director.

Tania Soeprapto menangani desain kostum, Aktris Handradjasa menjadi kepala departemen tata rias. Dan Aghi Narottama bersama Ramondo Gascaro menggarap musik film. (*)

Berita Terkait

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua
Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih
Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial
Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa
Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih
Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta
Aplikasi Iblis Tayang 15 Oktober 2026, Rindu Kekasih Berujung Teror Mengerikan
Meiska Remake Lagu Aku Cuma Punya Hati, Beri Sentuhan Baru dari Versi Mytha Lestari

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru