Padang, Javanusa—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Tabligh Akbar Subuh Mubarokah bersama para tamu Konferensi Wakaf Internasional di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (16/11/2025).
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT Sumbar ke-80 dan 100 tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor di Sumbar, sehingga suasana Subuh Mubarokah terasa lebih khidmat dan penuh makna.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi kepada Syekh Mahmud Al-Hawari dan para tokoh pesantren yang hadir, khususnya Pimpinan Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal.
Selain itu, Mahyeldi menilai energi dan semangat sang kiai yang sudah berusia 78 tahun itu menjadi teladan bagi generasi muda.
“Inilah orang-orang yang semangatnya luar biasa. Mereka yang akan menguatkan dan meluruskan generasi muda kita,” ujarnya.
Selanjutnya, Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Gontor dan seluruh pesantren di bawah naungan Gontor yang hadir dari berbagai daerah.
Mereka datang ke Sumbar untuk memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Konferensi Wakaf Internasional di Kota Padang, sehingga momentum keagamaan dan intelektual ini semakin kuat.
Generasi Muda Disiapkan Jadi Pemimpin Emas
Mahyeldi turut menyampaikan apresiasi kepada para siswa SMA di Kota Padang yang mengikuti kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa.
Ia menegaskan generasi muda hari ini adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. “Kami sengaja menghadirkan ananda semua agar siap menjadi generasi emas, pengganti para tokoh kita kelak,” katanya.
Selain itu, ia juga berterima kasih kepada kepala sekolah, guru, dan Dinas Pendidikan yang mendampingi siswa dalam kegiatan tersebut.
Mahyeldi menambahkan, kegiatan Subuh Mubarokah merupakan agenda rutin Pemprov Sumbar yang diikuti seluruh ASN, termasuk yang berada di daerah lain melalui sambungan langsung. Hal ini untuk memperkuat tauhid dan kedekatan pegawai negeri dengan nilai-nilai Islam, sehingga etos kerja dan integritas mereka semakin terjaga.
Wakaf Jadi Solusi Tantangan Pembangunan
Gubernur kemudian menyinggung jalannya Konferensi Wakaf Internasional yang berlangsung hingga larut malam.
Ia menyampaikan kekagumannya atas antusiasme peserta. Menurutnya, wakaf merupakan salah satu solusi penting untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan saat ini, terutama di tengah menyempitnya ruang fiskal daerah.
Sebagai ilustrasi, Mahyeldi mencontohkan, apabila 5,8 juta penduduk Sumbar mewakafkan Rp 10.000 per hari, maka dana tersebut dapat menjadi kekuatan besar untuk menjawab berbagai permasalahan pembangunan. “Islam punya solusi. Wakaf adalah salah satu cara untuk menguatkan umat,” tegasnya.
Kebersamaan, Canda, dan Harapan Kolaborasi
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga bergurau seluruh jamaah tampak bertahan hingga acara selesai berkat kehadiran para kiai dan Syekh yang memberikan pencerahan.
“Biasanya banyak yang keluar saat saya ceramah. Tapi pagi ini semuanya bertahan,” ucapnya, yang langsung disambut tawa jamaah.
Lebih lanjut, ia menilai kebersamaan dalam kegiatan ini menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan di Sumbar dan Indonesia ke depan.
Menurutnya, potensi umat Islam, termasuk di bidang wakaf, dapat menjadi kekuatan besar untuk memajukan daerah jika terus dikelola secara kolaboratif.
Mahyeldi berharap kolaborasi antara Pemprov Sumbar, pesantren, para ulama, serta seluruh peserta konferensi dapat terus terjaga.
“Mudah-mudahan kebersamaan dan jembatan hati yang kita bangun ini tetap terpelihara untuk meninggikan kalimat Allah dalam kehidupan kita,” tutupnya. (*/adpsb)






