Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kota Pariaman menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H/2025 Masehi.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Balai Kota Pariaman pada Jumat (27/6/2025) itu menjadi ajang penguatan nilai-nilai hijrah dan pembinaan spiritual masyarakat.
Pemko menghadirkan penceramah Ustad Delfiadi, M.Pd. Hadir Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Wali Kota Mulyadi, Sekretaris Daerah Mursalim, jajaran OPD, camat, lurah/kepala desa, tokoh perempuan, dan santri MDTA/MDTW se-Kota Pariaman.
Kegiatan diawali dengan Salat Subuh berjamaah, dilanjutkan apel akbar Didikan Subuh, peluncuran program “Satu Rumah Satu Hafid”, dan diakhiri dengan tabligh akbar serta doa bersama.
Wali Kota Yota Balad menyampaikan 1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun, tetapi mengandung makna historis penting dalam Islam.
Ia menekankan pentingnya peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah sebagai tonggak peradaban Islam.
“Hijrah Rasulullah tidak hanya tentang berpindah tempat, tetapi menjadi simbol perubahan dan kebangkitan peradaban. Ini yang perlu kita hayati,” ujarnya.
Selain itu, Yota Balad berharap pergantian tahun Islam bersamaan dengan peringatan Hari Jadi ke-23 Kota Pariaman pada 2 Juli mendatang bisa menjadi energi baru untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Kami mengucapkan Dirgahayu Kota Pariaman ke-23. Semoga semangat pembangunan terus menguat dan seluruh program unggulan kami dapat terealisasi secara optimal,” tambahnya.
Tanamkan Nilai Hijrah Sejak Dini
Ustad Delfiadi dalam tausiyahnya mengajak masyarakat menjadikan bulan Muharram sebagai momentum perbaikan diri, memperdalam ibadah, dan menanamkan semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Tahun Baru Islam di Pariaman bukan sekadar seremoni. Ini wujud nyata pembangunan spiritual dan sosial,” kata Delfiadi yang juga guru MDTA di Masjid Al Hidayah, Desa Tanjung Sabar.
Ia turut mengapresiasi pelaksanaan Apel Akbar Didikan Subuh yang menurutnya efektif membentuk karakter dan keberanian anak tampil di depan umum. Namun, ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak mengabaikan Salat Subuh berjamaah.
“Didikan Subuh harus dimulai dari salat subuh tepat waktu. Jangan sampai anak-anak datang hanya untuk tampil, tapi meninggalkan salat. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.
Delfiadi juga menggarisbawahi keutamaan Salat Subuh berjamaah di masjid, mulai dari perlindungan Allah SWT, pahala berlimpah, hingga disaksikan oleh malaikat.
“Salat subuh berjamaah memiliki nilai yang sangat tinggi. Mari kita jaga bersama agar keberkahan menyertai kita semua,” tutupnya. (*/red)






