Taman Bacaan Terbuka Dispusip Padang Bikin Betah Membaca, Pengunjung Minta Koleksi Buku Ditambah

Penulis -

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pengunjung sedang membaca buku di Taman bacaan terbuka Kantor Dispusip Padang, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Pemko Padang)

Sejumlah pengunjung sedang membaca buku di Taman bacaan terbuka Kantor Dispusip Padang, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Kehadiran taman bacaan terbuka di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang mendapat respons positif dari masyarakat.

Konsep ruang literasi di area terbuka dinilai menghadirkan pengalaman membaca yang lebih santai, nyaman, sekaligus mampu menarik minat generasi muda untuk lebih dekat dengan buku.

Suasana tersebut terlihat di halaman Kantor Dispusip Kota Padang, Jalan Bagindo Aziz Chan No. 2, Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, Sabtu (25/7/2026).

Selain menjadi tempat membaca, kawasan itu juga dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik untuk bersantai sambil menambah wawasan.

Deretan koleksi buku yang tersedia di ruang terbuka menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat membaca di bawah pepohonan dengan suasana yang lebih sejuk dibandingkan ruang baca konvensional.

Salah seorang pengunjung, Laskar Lazuardi Syarif, siswa SMK Negeri 2 Pariaman, mengaku menikmati konsep taman bacaan tersebut. Menurutnya, suasana terbuka membuat aktivitas membaca terasa lebih rileks.

“Kalau di sini dingin, terbuka, dan adem. Kalau di dalam ruangan itu seperti tidak bisa berbicara seperti ini, harus diam dan sunyi. Kadang juga terasa suntuk. Kalau di sini lebih santai dan lebih seru karena suasananya terbuka,” ujar Laskar.

Pelajar Berharap Koleksi Buku Terus Bertambah

Meski mengapresiasi fasilitas yang tersedia, Laskar berharap Dispusip Kota Padang terus menambah koleksi bacaan agar pengunjung memiliki lebih banyak pilihan.

Ia mengaku menyukai buku-buku bertema kisah kenabian dan berharap jenis bacaan tersebut dapat diperbanyak.

“Kalau untuk bukunya, mungkin bisa diperbanyak lagi. Saya lebih suka cerita-cerita tentang kenabian. Jadi, kalau koleksinya semakin banyak, tentu akan semakin menarik untuk datang dan membaca di sini,” katanya.

Selain itu, Laskar juga berharap suasana alami di sekitar taman tetap dipertahankan. Menurutnya, keberadaan pepohonan dan tanaman membuat area membaca terasa lebih nyaman.

Baca Juga :  “Hujan Buatan” Tutup Meriahnya Pawai Alegoris HUT RI di Padang Panjang

“Tidak perlu terlalu banyak atap, seperti ini saja sudah lebih seru. Tanamannya juga kalau bisa ditambah lagi, supaya suasananya semakin nyaman dan asri,” tuturnya.

Dinilai Mampu Menarik Minat Generasi Z

Pendapat serupa disampaikan Saskia Mutia Zahra, siswi SMK Negeri 2 Pariaman. Ia menilai taman bacaan terbuka menjadi inovasi menarik karena menghadirkan buku di ruang publik yang mudah diakses siapa saja.

Menurut Saskia, konsep tersebut membuat masyarakat dapat membaca sambil menikmati suasana taman, sehingga fungsi ruang publik tidak hanya sebagai tempat beristirahat.

“Menurut saya menarik karena tempatnya di luar. Jadi, kalau ada tamu atau orang yang sedang duduk di taman ini, mereka bisa membaca buku sekaligus menambah pengetahuan. Jadi, taman ini tidak hanya menjadi tempat untuk duduk atau beristirahat, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk membaca,” ujarnya.

Sebagai bagian dari Generasi Z, Saskia menilai konsep ruang literasi terbuka berpotensi meningkatkan minat baca anak muda karena suasananya lebih santai dan tidak kaku.

“Bisa menarik minat, karena di sini bisa menjadi tempat beristirahat sekaligus menambah pengetahuan. Kalau datang bersama keluarga juga cocok, karena ada banyak buku yang bisa dibaca. Jadi, anak-anak maupun orang dewasa bisa sama-sama menikmati tempat ini,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar koleksi buku anak, cerita rakyat, dan dongeng diperbanyak sehingga semakin banyak keluarga yang tertarik berkunjung.

“Mungkin bukunya bisa ditambah lagi, terutama buku cerita atau buku dongeng. Dengan begitu, anak-anak bisa lebih tertarik untuk datang ke sini dan membaca. Jadi, koleksinya bisa lebih beragam dan dapat dinikmati oleh berbagai usia,” ungkap Saskia.

Berbagai tanggapan tersebut menunjukkan taman bacaan terbuka Dispusip Padang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca.

Baca Juga :  Tukang Selingkuh Bisa Berubah? Ini Penjelasan Psikologis dan Cara Menghentikannya

Kehadirannya juga menjadi ruang publik yang menghadirkan pengalaman literasi lebih santai, nyaman, serta mendekatkan budaya membaca kepada masyarakat dari berbagai kalangan. (*)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB