Tanah Datar, Javanusa—Pemerintah Kabupaten Tanah Datar membutuhkan tambahan alat berat berupa excavator dan bulldozer untuk mempercepat pembersihan material akibat galodo atau banjir bandang yang masih memutus sejumlah akses jalan dan mengganggu permukiman warga.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan hal itu saat meninjau langsung tiga kecamatan terdampak bersama Forkopimda Tanah Datar dan Padang Panjang, Sabtu (30/11/2025).
Menurutnya, kemampuan alat berat yang dimiliki pemerintah daerah saat ini belum memadai untuk menjangkau seluruh titik terdampak.
“Saat ini Pemkab Tanah Datar sudah menurunkan lima unit alat berat ke lokasi bencana, empat milik pemda dan satu unit sewa. Namun itu masih jauh dari cukup,” ujar Eka Putra.
Ia menjelaskan, dari empat alat berat milik Pemkab Tanah Datar, satu unit excavator merek XMCG hanyut terseret banjir bandang saat beroperasi di lapangan.
Selain armada yang terbatas, medan yang berat dan banyaknya titik longsor membuat proses pembersihan berjalan lambat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga berita ini ditulis baru satu unit tambahan alat berat dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sumbar yang sudah diperbantukan di Tanah Datar.
Bupati menegaskan, kebutuhan alat berat ini bersifat mendesak. Selain untuk membersihkan material yang menutup badan jalan dan menyerang permukiman, excavator dan bulldozer juga kerap dimanfaatkan untuk membantu memindahkan logistik dan mengevakuasi warga di titik-titik yang tidak bisa dilalui kendaraan kecil.
“Kami sangat berharap adanya bantuan tambahan alat berat dari Pemerintah Provinsi Sumbar, pemerintah pusat, maupun para perantau. Dengan dukungan itu, proses pembersihan material bisa dipercepat dan aktivitas masyarakat segera kembali normal,” kata Eka Putra. (*/red)






