Padang, Javanusa—Semarak olahraga dan pariwisata berpadu dalam Grand Launching Blue Ocean Minang Run (BOM Run) 2026 yang digelar di Gedung Youth Centre, Minggu (12/4).
Momentum ini semakin istimewa dengan hadirnya Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir yang secara simbolis melepas para runners, sekaligus menutup rangkaian acara saat para pelari kembali finis di lokasi yang sama.
Acara grand launching secara resmi dibuka oleh Wali Kota Padang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Corri Saidan. Dalam sambutannya, Corri menegaskan BOM Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Padang, diharapkan menjadi magnet baru pariwisata.
“Kami menargetkan lebih dari 10.000 peserta, tidak hanya dari Sumbar, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Ini akan menjadi event berskala nasional,” ujar Corri.
Menurutnya, kehadiran BOM Run juga diharapkan mampu menghadirkan atmosfer baru yang meriah, bahkan menjadi alternatif pengganti gaung event besar seperti Tour de Singkarak. Selain olahraga, event ini juga akan diramaikan oleh stand UMKM yang menyajikan kuliner dan cenderamata khas Minangkabau.
“Ini sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota gastronomi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat,” tambahnya.
Ketua Pelaksana BOM Run 2026, Revdi Iwan Syahputra, menjelaskan event ini merupakan kelanjutan dari BOM Run 2025 yang digagas oleh Ikatan Alumni SMAN 3 Padang bersama Pemerintah Kota Padang.
“Dengan grand launching ini, pendaftaran resmi sudah dibuka melalui website bomrun.id dan platform eztix.id. Kami menyediakan berbagai kategori lomba serta hadiah menarik bagi para pemenang,” jelas Revdi.
Ia juga menambahkan, panitia memberikan insentif berupa potongan harga sebesar Rp75 ribu bagi peserta yang mendaftar lebih awal sebagai bentuk apresiasi.
Sementara itu, Ketua Umum PB Ikasmantri, dr. Rahyussalim, menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung penuh suksesnya BOM Run sebagai event kebanggaan bersama.
“BOM Run bukan sekadar lomba lari, tetapi gerakan kolektif alumni untuk mengangkat nama Kota Padang di tingkat nasional, bahkan internasional. Ini adalah energi besar dari perantau dan urang awak untuk kampung halaman,” tegasnya. (*/red)






