Padang, Javanusa—Tari Kolosal Urang Padang Jalan Barampek akan menjadi salah satu atraksi utama dalam Padang Harmoni Festival pada peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Pertunjukan ini mengangkat semangat kebhinekaan melalui kolaborasi budaya empat etnis yang telah hidup berdampingan di Kota Padang selama ratusan tahun.
Kepastian itu disampaikan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Padang, Suardi Dt. Garang, bersama Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Kota Padang, Nofiandi Amir, di Balai Kota Padang, Jumat (24/7/2026).
Menurut Suardi, Tari Urang Padang Jalan Barampek merepresentasikan kehidupan harmonis masyarakat multietnis yang menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Kota Padang.
“Tari Urang Padang Jalan Barampek menggambarkan kebersamaan empat etnis utama yang hidup berdampingan di Kota Padang, yaitu Minangkabau/Melayu, Tionghoa, India, dan Nias. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam membangun Kota Padang yang harmonis, damai, dan saling menghargai,” ujar Suardi.
Tampilkan Kuliner Khas Empat Etnis
Selain menyajikan koreografi kolosal, pertunjukan ini juga menghadirkan unsur kuliner sebagai bagian dari cerita yang dibangun di atas panggung.
Pada bagian akhir pertunjukan, para penari akan membawa dulang berisi aneka makanan khas dari masing-masing etnis.
Adegan tersebut menjadi simbol lahirnya kekayaan kuliner Kota Padang yang berkembang dari perpaduan budaya dan kehidupan masyarakat yang saling menghormati.
Konsep itu sekaligus memperlihatkan bahwa gastronomi Kota Padang tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga lahir dari proses panjang interaksi budaya berbagai komunitas.
Dukung Visi Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia
Sementara itu, Nofiandi Amir mengatakan pertunjukan tersebut selaras dengan konsep Padang Harmoni Festival dan visi Kota Padang menuju Taste of Padang Experience – Road to Gastronomy City.
“Melalui pertunjukan ini, masyarakat diajak melihat bahwa kekayaan gastronomi Kota Padang lahir dari perpaduan budaya berbagai etnis yang telah hidup rukun selama ratusan tahun. Harmoni sosial menjadi fondasi berkembangnya budaya, pariwisata, dan kuliner Kota Padang,” kata Nofiandi.
Ia menambahkan, Padang Harmoni Festival menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan keberagaman sekaligus memperkuat persatuan. Kolaborasi seni, budaya, dan kuliner dalam satu pertunjukan diharapkan semakin memperkokoh citra Kota Padang sebagai kota yang toleran, inklusif, sekaligus memiliki daya saing di tingkat internasional.
Melalui Tari Kolosal Urang Padang Jalan Barampek, panitia juga ingin mengajak masyarakat terus menjaga semangat persatuan sebagai modal penting dalam mewujudkan kemajuan Kota Padang, sejalan dengan semangat Satujuan untuk Kejayaan Kota Padang. (*)






