Tekan Harga Pangan dan Kendalikan Inflasi, Pemkab Pessel Kembali Gelar GPM

Penulis -

Senin, 7 September 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekkab Pessel, Zainal Arifin bersama Kadis Perikanan dan Pangan, Andi Syafinal saat meninjau kegiatan GPM usai pembukaan. (Foto: Dok. Kominfo)

Sekkab Pessel, Zainal Arifin bersama Kadis Perikanan dan Pangan, Andi Syafinal saat meninjau kegiatan GPM usai pembukaan. (Foto: Dok. Kominfo)

Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat daya beli masyarakat, dan mengendalikan inflasi daerah.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (7/9/2026), dengan menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

GPM tersebut tidak hanya menyediakan kebutuhan pangan murah bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis melalui Puskesmas Salido.

Kegiatan yang mendapat dukungan sejumlah lembaga dan pihak terkait itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat memperoleh akses pangan yang terjangkau sekaligus menjaga ketersediaan dan kestabilan harga komoditas di daerah.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pesisir Selatan, Zainal Arifin, saat membuka kegiatan mengatakan, GPM merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan harga yang terjangkau.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting dilakukan karena perubahan harga sejumlah komoditas pangan dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret untuk menjaga agar kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat.

“Kita tidak ingin masyarakat terbebani dengan kenaikan harga bahan pokok. Melalui pangan murah ini, pemerintah hadir memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi di Pesisir Selatan,” ujar Zainal.

Ia menjelaskan, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri-sendiri. Upaya tersebut membutuhkan ketersediaan pasokan, kestabilan harga, serta kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Zainal juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan GPM, mulai dari Perum Bulog, perbankan, tenaga kesehatan, pelaku usaha hingga perangkat daerah terkait.

Baca Juga :  Peduli Bencana, Tiga Kepala OPD Pessel Antarkan Bantuan untuk Warga Korban Banjir Pancung Soal

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat.

“Yang kita jaga bukan hanya harga, tetapi juga daya beli masyarakat. Ketika harga dapat dikendalikan dan pasokan tersedia, masyarakat akan lebih tenang memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Ia berharap pelaksanaan GPM tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau masyarakat di berbagai kecamatan.

Dengan pelaksanaan secara berkala, pemerintah daerah dinilai akan lebih mudah melakukan intervensi ketika terjadi perubahan atau gejolak harga komoditas pangan.

“Harapan kita kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkala dan menyentuh masyarakat di berbagai kecamatan. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pesisir Selatan, Andi Syafinal didampingi Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan, Yusma Joyo, mengatakan GPM merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Andi menjelaskan, pelaksanaan GPM tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Perikanan dan Pangan, tetapi juga melibatkan sejumlah lembaga dan pihak terkait.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan efektif sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“GPM ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak. Kita berupaya menyediakan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat, sekaligus menjaga ketersediaan dan stabilitas harga komoditas di daerah,” ujar Andi.

Dalam kegiatan tersebut, Perum Bulog Kanwil Provinsi Sumatera Barat turut mendukung penyediaan sejumlah komoditas pangan, di antaranya beras SPHP, minyak goreng, gula pasir dan kebutuhan pangan lainnya.

Dukungan juga diberikan Bank Nagari Cabang Painan dengan menyediakan 30 paket sembako sebagai doorprize bagi masyarakat yang berbelanja di lokasi GPM.

Baca Juga :  Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Sister City, Gubernur Mahyeldi Temui Dubes Suriah

Paket tersebut dibagikan melalui mekanisme undian sehingga menambah antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan.

Selain menyediakan pangan murah, Dinas Perikanan dan Pangan menggandeng Puskesmas Salido untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Masyarakat dapat memanfaatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi kesehatan dasar.

“Jadi, sasaran kegiatan ini bukan hanya membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan manfaat tambahan melalui pelayanan kesehatan. Kami ingin kegiatan ini benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” kata Andi.

Sebagaimana diketahui, sekitar pukul 09.00 WIB, halaman Kantor Dinas Perikanan dan Pangan Pesisir Selatan mulai dipadati masyarakat.

Sejumlah komoditas yang tersedia antara lain telur, cabai, bawang merah, tomat, ikan lele segar dan berbagai kebutuhan pangan lainnya yang ditawarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Andi menyebutkan, masyarakat menjadi sasaran utama pelaksanaan GPM, terutama warga yang membutuhkan akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.

Kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk membantu mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga akibat perubahan harga komoditas pangan.

Menurutnya, keberadaan GPM diharapkan mampu memberikan manfaat ganda bagi masyarakat, yakni memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih ringan sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga di daerah.

“Ke depan, kita berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan lebih banyak pihak. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis akses masyarakat terhadap pangan yang terjangkau dapat semakin baik dan stabilitas harga pangan di Pesisir Selatan dapat terus terjaga,” tutur Andi.

Pihaknya menargetkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan bergilir di sejumlah kecamatan hingga akhir 2026.

Pelaksanaan secara berkala tersebut diharapkan membuat manfaat GPM tidak hanya dirasakan masyarakat di pusat kabupaten, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah lainnya.

Baca Juga :  Wulan Aprilianti dari Kemenperin Motivasi Siswa Baru SMK SMAK Padang: Lulusan Vokasi Harus Siap Kerja

Dengan demikian, GPM diharapkan menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam merespons dinamika harga pangan, menjaga daya beli masyarakat, memperkuat akses terhadap kebutuhan pokok, serta mendukung pengendalian inflasi secara berkelanjutan di Kabupaten Pesisir Selatan. (niks)

Berita Terkait

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027
Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru