Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Perikanan dan Pangan terus berupaya mengendalikan inflasi daerah. Berbagai langkah telah ditempuh untuk menekan laju inflasi di kota ini.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, menjelaskan beberapa aksi yang telah dilakukan dalam upaya pengendalian inflasi.
“Kami telah melaksanakan Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah. Tercatat hingga Juli 2023, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kota Padang mencapai 111,98 ton,” ujarnya saat rapat ketersediaan pangan di Aula Dinas Perikanan dan Pangan, Jumat (26/7/2024).
Alfiadi menambahkan, pihaknya juga menggalakkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk mengurangi gejolak harga komoditas pangan.
“Kami melakukan sidak dua kali sebulan terhadap ketersediaan dan pasokan pangan di pasar-pasar serta distributor pangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemko Padang telah menjalin kerjasama dengan empat kabupaten penghasil bahan pangan di Sumatera Barat untuk memastikan kelancaran pasokan. Dari Januari hingga Juni 2024, bantuan telah disalurkan kepada 45.908 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Kami juga memberikan bantuan bibit sayuran kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Padang untuk memanfaatkan lahan pekarangan, serta melakukan pelatihan kepada pelaku usaha pangan lokal,” imbuhnya.
Ke depan, Pemko Padang berkomitmen menyiapkan berbagai langkah pengendalian inflasi. Pada Agustus, Oktober, dan Desember 2024, sebanyak 45.908 KPM ditargetkan menerima bantuan pangan berupa cadangan beras pemerintah.
“Pada Agustus 2024, kami juga akan memberikan bantuan 10 kilogram beras kepada 340 KK yang termasuk masyarakat rentan rawan pangan berdasarkan peta Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA),” ungkap Alfiadi.
Sebagai penutup, ia menegaskan pihaknya akan terus melakukan sidak secara kontinu, mengintensifkan Gerakan Pangan Murah. Serta memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil pangan.
“Dengan langkah-langkah tersebut, kami berharap dapat menekan angka inflasi di Kota Padang,” pungkasnya. (*/jn01)






