Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang terus memperkuat penanganan banjir melalui pengerukan aliran sungai di Banjir Kanal Kampung Lapai, Siteba, Kecamatan Nanggalo.
Pengerjaan tersebut mendapat dukungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V. Pemko Padang sebelumnya mengusulkan sejumlah titik penanganan sungai untuk mengurangi risiko banjir di kawasan rawan genangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BWS Sumatera V selama proses pengerjaan berlangsung.
“Penanganan ini merupakan usulan kita yang diakomodir oleh BWS. Salah satu titik yang ditangani yaitu di kawasan Kampung Lapai Siteba dan juga di Banda Luruih Kuranji,” kata Malvi.
Pengerukan Sungai Berlangsung hingga Akhir November
Pengerukan dan penanganan aliran sungai tersebut mulai berjalan sejak 14 September 2026. Pemerintah memperkirakan pekerjaan selesai pada akhir November mendatang.
Selain Kampung Lapai, Pemko Padang juga mengusulkan penanganan di kawasan Banda Luruih, Kecamatan Kuranji. Kedua lokasi tersebut menjadi bagian dari penanganan aliran sungai yang mendapat dukungan BWS Sumatera V.
Menurut Malvi, program tersebut menjadi bagian dari respons terhadap potensi dan dampak bencana banjir di Kota Padang.
“Prinsipnya kita di Pemko Padang terus berkoordinasi. Kita sebagai pihak daerah tentu sangat diuntungkan dan berterima kasih kepada BWS atas penanganan dan bantuan yang dialokasikan untuk Kota Padang ini,” ujarnya.
Warga Apresiasi Penanganan Sungai
Pengerukan sungai mendapat sambutan positif dari masyarakat Siteba. Warga berharap kegiatan tersebut dapat membantu memperlancar aliran air dan menekan dampak banjir yang sebelumnya mereka rasakan.
Abdul Yardi (Edi), warga Siteba, menyampaikan apresiasinya kepada Pemko Padang dan pihak terkait yang mendukung penanganan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemko Padang dan pihak terkait atas pengerukan sungai ini,” kata Abdul.
Ia menilai pengerukan tersebut memiliki manfaat langsung bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai.
“Penanganan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak banjir,” ujarnya.
Pemko Padang berharap dukungan BWS Sumatera V terhadap pengerukan dan normalisasi sungai dapat membantu meningkatkan kapasitas aliran air. Penanganan di sejumlah titik juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko banjir bagi masyarakat. (*)






