Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang mencatatkan capaian penting pada 2025. Realisasi PAD Padang 2025 menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir dan melampaui target yang ditetapkan.
Capaian ini menegaskan tren perbaikan kinerja fiskal daerah setelah beberapa tahun realisasi PAD berada di bawah target.
Data resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menunjukkan lonjakan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Asisten II Setdako Padang sekaligus Plt Kepala Bapenda, Didi Aryadi, membenarkan capaian tersebut pada Senin (5/1/2026).
“Jika dibandingkan satu dekade terakhir, realisasi PAD tahun 2025 merupakan yang tertinggi,” kata Didi Aryadi.
Berdasarkan data Bapenda, Pemko Padang menargetkan PAD 2025 sebesar Rp897,69 miliar. Realisasi akhirnya mencapai Rp924,16 miliar atau 102,95 persen dari target.
Kinerja PAD Padang pada 2025 menunjukkan perbaikan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, target PAD Rp706,83 miliar hanya terealisasi Rp662,55 miliar atau 93,73 persen.
Pada 2023, target Rp729,91 miliar tercapai Rp658,72 miliar atau 90,25 persen. Sementara pada 2022, realisasi PAD hanya 83,55 persen dari target Rp733,34 miliar.
Kinerja PAD Kota Padang sempat tertekan kuat pada periode pandemi. Tahun 2021, dari target Rp808,18 miliar, realisasi hanya Rp538,93 miliar atau 66,68 persen.
Pada 2020, PAD hanya tercapai 75,26 persen dari target Rp664,26 miliar. Bahkan pada 2019, realisasi PAD hanya 67,57 persen dari target Rp808,26 miliar.
Didi Aryadi menilai capaian realisasi PAD Padang 2025 menjadi sinyal positif bagi penguatan fiskal daerah. Menurutnya, optimalisasi pajak dan retribusi daerah menjadi kunci pencapaian tersebut.
Pemko Padang menargetkan tren positif ini berlanjut untuk mendukung pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik. (*/red)






