Terima Audiensi SETARA Institute, Fadly Amran Tegaskan Keberagaman Jadi Kekuatan Kota Padang

Penulis -

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi Tim Peneliti SETARA Institute di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (22/7/2026). (Foto: Pemko Padang)

Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi Tim Peneliti SETARA Institute di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (22/7/2026). (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang terus memperkuat komitmennya dalam membangun kehidupan masyarakat yang toleran.

Upaya tersebut mengemuka saat Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi Tim Peneliti SETARA Institute di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (22/7/2026).

Pertemuan itu membahas hasil studi Indeks Kota Toleran (IKT) sekaligus langkah memperkuat nilai toleransi di Kota Padang.

Audiensi tersebut diantaranya Koordinator Peneliti SETARA Institute Ikhsan Yosarie, Peneliti SETARA Institute Kasyfil Aziz, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Syahendri Barkah. Kepala Bagian Hukum Indra Jaya, Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Zul Asfi Lubis, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang Prof. Salmadanis, perwakilan Bappeda, serta organisasi kemasyarakatan keagamaan di Kota Padang.

Keberagaman Menjadi Kekuatan Kota Padang

Fadly Amran menegaskan Kota Padang merupakan daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang etnis. Selain masyarakat Minangkabau, Kota Padang juga menjadi rumah bagi etnis Tionghoa, India, dan berbagai suku lain di Indonesia.

Menurutnya, keberagaman harus menjadi kekuatan yang terus dijaga melalui dialog, mediasi, dan semangat kebersamaan agar kehidupan masyarakat tetap harmonis.

“Kota Padang mempunyai keberagaman. Banyak dinamika yang dapat menimbulkan miskomunikasi. Sebagai pemimpin, kita harus menciptakan kerukunan dan mengedepankan mediasi agar tidak terjadi pertikaian antarsesama,” ujar Fadly Amran.

Sebagai bentuk komitmen memperkuat harmoni sosial, Pemerintah Kota Padang akan menyelenggarakan Padang Harmony Festival atau Padang Multi-etnis Festival.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 pada Agustus mendatang.

“Kita berharap melalui event ini dapat menjadi salah satu branding bagi Pemerintah Kota Padang untuk meningkatkan citra Kota Padang sebagai kota yang toleran dan harmonis di Indonesia. Kita juga berharap Indeks Kota Toleran (IKT) Kota Padang juga terus meningkat,” ujarnya.

Baca Juga :  Di Atas Bus Trans Padang, Wali Kota Serap Aspirasi Penumpang
SETARA Institute Nilai Padang Mengalami Kemajuan

Koordinator Peneliti SETARA Institute Ikhsan Yosarie mengapresiasi perkembangan Kota Padang dalam membangun toleransi, terutama selama satu hingga dua tahun terakhir.

Menurut Ikhsan, komitmen kepala daerah terlihat melalui berbagai pernyataan yang mendukung toleransi serta kunjungan langsung kepada kelompok-kelompok minoritas.

“Ada kemajuan yang menggembirakan di Kota Padang. Wali Kota dan Wakil Wali Kota sudah memiliki komitmen yang jelas terhadap aspek toleransi. Keduanya beberapa kali menyampaikan pernyataan dan melakukan kunjungan kepada kelompok-kelompok minoritas. Hal seperti ini tidak banyak dilakukan oleh kota-kota lain,” ujarnya.

Ikhsan menjelaskan, penilaian Indeks Kota Toleran tidak hanya mengukur peran pemerintah daerah. Penilaian juga melibatkan seluruh ekosistem kota sehingga kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil menjadi faktor penting.

Ia menambahkan, posisi Kota Padang kini menunjukkan perkembangan positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kota Padang saat ini telah beranjak dari kelompok 10 kota dengan skor toleransi terendah. Kini Padang sudah berada pada zona skor 70-an atau zona berkembang. Ini menunjukkan adanya kemajuan yang perlu terus diperkuat,” katanya.

FKUB Dorong Regulasi Inklusif

Ketua FKUB Kota Padang Prof. Salmadanis menyatakan mendorong lahirnya regulasi atau peraturan daerah yang bersifat inklusif sebagai dasar memperkuat kerukunan masyarakat.

Menurutnya, regulasi tersebut penting untuk menjaga kehidupan yang menghormati keberagaman agama, adat, budaya, dan ras di Kota Padang.

“Melalui regulasi yang inklusif, kita ingin membangun kehidupan masyarakat yang menerima seluruh komunitas sebagai satu kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Kota Padang,” ujar Prof. Salmadanis. (*)

Berita Terkait

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru