Terima Komite IV DPD RI, Gubernur Mahyeldi Soroti Dampak Kebijakan Fiskal Pusat

Penulis -

Selasa, 21 April 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan kerja Komite IV DPD RI di Istana Gubernuran, Senin (20/4/2026). (Foto: ADPSB)

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan kerja Komite IV DPD RI di Istana Gubernuran, Senin (20/4/2026). (Foto: ADPSB)

Padang, Javanusa—Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan kerja Komite IV DPD RI di Istana Gubernuran, Senin (20/4/2026).

Pertemuan ini membahas pengawasan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Kedua pihak membahas dinamika implementasi kebijakan fiskal nasional. Fokus diskusi mengarah pada hubungan keuangan antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Wakil Ketua Komite IV DPD RI Elviana menegaskan tujuan kunjungan untuk mengevaluasi pelaksanaan UU HKPD. Ia juga menyerap masukan langsung dari pemerintah daerah.

Evaluasi Kebijakan Fiskal dan Tantangan Implementasi

Elviana menyoroti sejumlah kebijakan yang masih menghadirkan tantangan di lapangan. Ia mencontohkan skema dana bagi hasil berbasis kinerja yang belum terukur secara optimal.

Selain itu, perubahan komposisi pajak kendaraan bermotor ikut menurunkan penerimaan provinsi. Kondisi ini memicu penyesuaian fiskal di daerah.

Ia juga menyinggung pajak air permukaan serta potensi ketimpangan fiskal antar daerah. Elviana menilai kebijakan pusat perlu evaluasi bersama.

“Kebijakan pusat terlihat baik saat perumusan, namun pelaksanaannya memberi beban bagi daerah,” ujar Elviana.

Ia menambahkan, kondisi tersebut perlu kajian agar hubungan fiskal tetap seimbang.

Respons Gubernur Mahyeldi terhadap Kebijakan Fiskal

Gubernur Mahyeldi menilai kebijakan fiskal nasional sangat memengaruhi stabilitas pembangunan daerah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antardaerah.

Mahyeldi mencontohkan kebijakan opsen pajak yang langsung diterima kabupaten/kota. Ia menyebut kebijakan ini memberi kepastian penerimaan daerah.

Namun, ia menilai kebijakan tersebut mengurangi ruang provinsi dalam pemerataan fiskal. Hal ini terutama berdampak pada daerah dengan kapasitas fiskal rendah.

“Dulu skema 70 dan 30 persen memberi ruang provinsi membantu daerah lemah. Kini daerah kecil tetap menerima kecil,” kata Mahyeldi.

Baca Juga :  Wawako Maigus Nasir Pastikan Program Smart Surau Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi Anggaran

Ia menegaskan perlunya perhatian bersama agar semangat kebersamaan tetap terjaga.

Isu Perusahaan dan Keadilan Fiskal Daerah

Mahyeldi juga menyoroti perusahaan yang beroperasi di daerah tetapi berkantor pusat di luar wilayah tersebut. Kondisi ini menurunkan potensi pajak daerah.

Ia menilai skema tersebut belum mencerminkan keadilan fiskal secara menyeluruh.

“Perlu kajian bersama agar daerah tempat aktivitas ekonomi berlangsung mendapat hak yang adil,” ujarnya.

Upaya Pemprov Sumbar Tingkatkan PAD

Pemprov Sumbar terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah melalui inovasi dan digitalisasi layanan. Pemerintah mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Program ini melahirkan berbagai inovasi seperti Samsat Digital Nasional (SIGNAL), Samsat Nagari, dan Samsat Drive Thru. Pemprov juga menerapkan tax clearance dalam perizinan.

Selain itu, pemerintah mengintegrasikan data dengan kepolisian dan mitra terkait. Langkah ini memperkuat pemetaan potensi pajak secara real-time.

Di sisi belanja, Pemprov Sumbar menata APBD dengan efisiensi belanja pegawai. Pemerintah mengarahkan anggaran pada infrastruktur jalan, jembatan, pariwisata, dan pertanian.

Langkah ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan Keseimbangan Fiskal Antar Daerah

Pemprov Sumbar memperkuat peran sebagai penyeimbang fiskal antar daerah. Pemerintah menyalurkan bantuan keuangan khusus bagi daerah dengan kapasitas fiskal rendah.

Selain itu, Pemprov memberi dukungan teknis dan sinkronisasi perencanaan pembangunan lintas wilayah. Upaya ini memperkuat pemerataan pembangunan di Sumbar.

Pertemuan ini diharapkan memperkuat pemahaman antara pemerintah pusat dan daerah. Kedua pihak juga mendorong kebijakan fiskal yang lebih adil dan adaptif.

Kegiatan ini turut dihadiri anggota Komite IV DPD RI, yakni Cerint Iralloza Tasya, Daud Yordan, Siti Aseanti, Leni Andriani Surunuddin, Evi Apita Maya, dan Jihan Fahira. Jajaran perangkat daerah Pemprov Sumbar juga hadir dalam pertemuan tersebut. (*/adpsb)

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Tinjau Banjir Bandang Susulan di Maninjau, Instruksikan Pengerukan Sungai

Berita Terkait

Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari
Resmi Pimpin Polda Sumbar, Irjen Pol Jawari Disambut Welcome Parade
Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:57 WIB

Berbagi Pengalaman di Unand, Fadly Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Berintegritas dan Peduli Sesama

Senin, 14 September 2026 - 20:33 WIB

Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Buka PKKMB PNP 2026, Fadly Amran Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Kejar Prestasi

Senin, 2 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Sejak Dini, FK Unbrah Edukasi Mahasiswa Baru tentang Bahaya Infeksi Menular Seksual

Jumat, 15 November 2024 - 07:02 WIB

Dosen PA Unbrah dan RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis

Senin, 4 November 2024 - 15:15 WIB

FK Unbrah Edukasi Masyarakat Padang Pariaman tentang Diabetes Melitus

Berita Terbaru