Pessel, Javanusa—Meski sempat meragukan efisiensi waktu dalam menjalankan agenda padat, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKPS sekaligus Ketua Himpunan Keluarga Batang Kapas (HKB), Bakri Maulana, SE, MP, akhirnya berhasil mengukuhkan tiga organisasi perantau Minang di tiga daerah berbeda sepanjang akhir pekan lalu.
Pada kesempatan itu, Bakri Maulana menegaskan pengukuhan beruntun itu merupakan upaya memperkuat konsolidasi perantau Minang. Ia mengatakan, kebersamaan adalah fondasi terpenting dalam membangun jaringan rantau yang solid.
“Duduak surang basampik-sampik, duduak basamo balapang-lapang. Filosofi ini mengajarkan bahwa kita hanya kuat bila bersatu,” ujarnya.
Ia juga menuturkan rangkaian pelantikan ini membuktikan komitmen perantau Minang menjaga hubungan antara ranah dan rantau.
Pelantikan pertama digelar pada Jumat (28/11/2025) dengan pengukuhan HKB Kabupaten Karawang di Gedung IKM Karawang, Jawa Barat.
Acara tersebut dihadiri berbagai organisasi perantau, seperti IKM Karawang, PKDP, Keluarga Besar Padang Panjang, Keluarga Besar Kayutanam, IKLS Lumindai, Bundo Kanduang, serta HKB Parung.
Suasana pelantikan berlangsung hangat dan penuh haru, diwarnai pertukaran kabar mengenai kondisi kampung halaman Minangkabau yang tengah dilanda cuaca ekstrem.
Keesokan harinya, Sabtu malam (29/11/2025), Bakri melantik kepengurusan Ikatan Keluarga Minang Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, di Gedung Cileungsi Trade Center.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat Minang serta para perantau dari berbagai wilayah sekitar Cileungsi.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Minggu (30/11/2025) dengan pengukuhan Himpunan Organisasi Kenagarian Taluk Sakato Jabodetabek Plus Kecamatan Batang Kapas di Elmis Cafe, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Pengukuhan yang dihadiri ketua-ketua paguyuban Batang Kapas dan pemuka masyarakat tersebut menetapkan Jofriandi, AMd sebagai ketua yang baru.
Selama tiga hari berturut-turut, pelantikan ini tidak hanya memperkuat struktur organisasi perantau, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan emosional dan memperluas jaringan antar warga Minang di Jawa Barat dan Jabodetabek.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas ranah dan rantau dalam menjaga identitas dan kebersamaan sebagai satu komunitas besar Minangkabau. (Yoniks)






