Padang, Javanusa—Kebersihan toilet menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata kuliner.
Melalui Dinas Pariwisata, Pemko Padang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Toilet Award 2026 di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong pengelola rumah makan dan restoran menyediakan fasilitas sanitasi yang bersih, sehat, serta layak bagi pengunjung.
Dalam pelaksanaan tahap awal, Dinas Pariwisata Kota Padang menargetkan pendataan terhadap 1.554 toilet milik rumah makan dan restoran. Program ini menyasar pelaku usaha yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan menempati bangunan permanen.
Proses pendataan sekaligus penilaian lapangan berlangsung selama 25 hari, mulai 5 hingga 30 November 2026. Sebanyak 60 petugas akan turun langsung ke lapangan dengan melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Padang.
Selain mengevaluasi kebersihan dan kelayakan fasilitas sanitasi, kegiatan ini juga membantu pemerintah memperbarui basis data perizinan usaha kuliner di Kota Padang.
Dukung Padang sebagai Kota Gastronomi
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza menjelaskan Toilet Award 2026 merupakan bagian dari upaya membangun pariwisata yang berkelanjutan, aman, dan higienis.
“Dinas Pariwisata Kota Padang sedang melakukan persiapan untuk penilaian toilet bersih di area publik, yaitu Toilet Award 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari perwujudan Kota Padang sebagai kota pintar dan sehat, serta sejalan dengan ditetapkannya Kota Padang sebagai bagian dari kota gastronomi yang mewakili Indonesia ke UNESCO,” jelas Yenni Yuliza.
Menurutnya, fasilitas sanitasi yang memadai turut menentukan kenyamanan wisatawan ketika menikmati destinasi kuliner. Kondisi toilet yang bersih juga dapat memperkuat citra positif Kota Padang sebagai kota tujuan wisata.
Yenni kembali menegaskan bahwa program tersebut memprioritaskan usaha kuliner yang memiliki legalitas dan lokasi usaha permanen.
“Dinas Pariwisata melaksanakan toilet award dengan mendata sebanyak 1.554 toilet di restoran dan rumah makan. Kategori awal yang didata adalah usaha yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan gedung tetap. Lomba akan dilaksanakan mulai tanggal 5-30 November,” terangnya.
Penilaian Libatkan Lima Unsur Instansi
Untuk menjaga objektivitas penilaian, Pemko Padang melibatkan dewan juri lintas instansi. Tim penilai akan menggunakan 10 indikator kebersihan sebagai dasar evaluasi toilet rumah makan dan restoran.
Lima unsur yang terlibat meliputi Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, PHRI, dan Universitas Negeri Padang.
Setelah seluruh tahapan penilaian selesai, Pemko Padang menjadwalkan pengumuman pemenang Toilet Award 2026 pada pertengahan Desember mendatang.
Melalui program ini, Pemko Padang berharap para pelaku usaha kuliner semakin memperhatikan kebersihan dan kelayakan fasilitas sanitasi. Sehingga dapat meningkatkan standar pelayanan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata gastronomi Kota Padang.
Turut hadir sejumlah pihak, di antaranya perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), UNP, serta OPD terkait. (*)






