Pasbar, Javanusa—Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Ny. Sifrowati Yulianto, menekankan pentingnya validitas data dalam upaya menurunkan angka stunting di daerah.
Ia menyerukan kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan pelaksanaan Bulan Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita yang berlangsung sepanjang Agustus 2025.
Penegasan itu ia sampaikan dalam rapat koordinasi persiapan kegiatan yang digelar di Aula Bappelitbangda Pasbar, Jumat (1/8/2025).
Hadir dalam rapat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu stunting. Sementara camat, wali nagari, pimpinan puskesmas, dan unsur Badan Musyawarah Nagari (Bamus) mengikuti secara daring.
Menurut Ny. Sifrowati, capaian pemantauan pertumbuhan balita sangat ditentukan oleh kehadiran sasaran di posyandu.
Karena itu, ia mendorong inovasi dari pemerintah nagari dan puskesmas. Seperti pemberian doorprize atau bantuan langsung saat pelaksanaan pemantauan.
“Yang tak kalah penting adalah penyajian data yang akurat dan real-time melalui aplikasi e-PPGBM. Data ini menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan daerah untuk penanganan stunting,” ujarnya.
Penurunan Stunting Terlihat Signifikan
Plt. Kepala Bappelitbangda Pasbar, Ikhwanri menyampaikan kualitas data menjadi fondasi utama dalam perencanaan program penanganan gizi buruk.
Ia mengungkapkan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Pasbar menurun dari 29,7% menjadi 26,6%.
Sementara itu, data e-PPGBM per Februari 2025 menunjukkan penurunan lebih tajam menjadi 13,33%.
“Kita patut apresiasi kerja keras seluruh pihak, tetapi tantangan masih besar. Saat ini terdapat 202 balita stunting dari keluarga miskin dan 344 ibu hamil miskin yang memerlukan penanganan segera,” jelas Ikhwanri.
Data ini merupakan hasil integrasi dari sistem P3KE Kemenko PMK, e-PPGBM, dan e-Kohor.
Perlu Dukungan Penuh dari Semua Sektor
Ikhwanri menekankan peningkatan kualitas data harus terus menjadi fokus agar kebijakan pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran dan efisien dalam mengalokasikan sumber daya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Muharram, turut memaparkan rencana pelaksanaan Festival Literasi Pasbar yang akan digelar pada 12–14 Agustus 2025.
Kegiatan ini diharapkan mendorong peningkatan minat baca masyarakat sekaligus mendukung program literasi keluarga. (*/red)






