Pariaman, Javanusa—Tradisi Maarak Saroban, salah satu prosesi budaya dalam perayaan Tabuik di Kota Pariaman, kembali digelar pada Jumat malam (4/7/2025), bertepatan dengan 8 Muharram 1447 H.
Ribuan warga memadati area perarakan yang melibatkan dua kelompok utama: Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi Maarak Saroban kali ini berlangsung tanpa momen basalisiah, benturan simbolik yang biasanya menjadi puncak tensi antara kedua kelompok.
Keputusan ini diambil melalui evaluasi bersama antara Tuo Tabuik Pasa, Tuo Tabuik Subarang, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman.
“Untuk malam ini, basalisiah ditiadakan guna menghindari potensi kericuhan. Ini hasil musyawarah bersama pihak terkait,” jelas Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pariaman, Ferialdi.
Ia menambahkan tensi sejak awal rangkaian prosesi cukup tinggi. Selain itu, waktu pelaksanaan antara satu prosesi dan prosesi puncak cukup berdekatan, sehingga perlu pengendalian agar perayaan tetap kondusif.
Makna Maarak Saroban Tetap Terjaga
Meski tanpa konflik simbolik, nilai-nilai filosofis dalam tradisi ini tetap hidup. Maarak Saroban bukan sekadar arak-arakan. Tetapi merupakan peringatan historis terhadap perjuangan cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali, dalam menegakkan keadilan dan melawan kezaliman.
Tokoh masyarakat sekaligus pengamat seni dan pariwisata, Firman Syakri Pribadi alias Adjo Fe, mengapresiasi langkah panitia.
Ia menilai pertunjukan tetap memberikan hiburan yang menarik tanpa kehilangan esensi.
“Tradisi tabuik adalah identitas kolektif masyarakat Pariaman. Ia menyatukan warga dalam semangat silaturahmi, gotong royong, dan solidaritas,” ungkapnya.
Tabuik sebagai Perekat Budaya dan Wisata
Adjo Fe menegaskan tradisi ini harus terus dilestarikan. Selain memperkuat jati diri budaya, tabuik juga memberi manfaat ekonomi dan sosial.
Ia bahkan menyebutnya sebagai momentum pulang kampung bagi warga Pariaman di perantauan.
“Perbedaan pendapat dalam menanggapi tradisi seperti ini wajar saja. Tapi secara pribadi, saya sangat mendukung perayaan tabuik karena dampaknya positif bagi masyarakat,” tutupnya. (*/red)






