Transisi ke Energi Bersih, Pemerintah Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Penulis -

Jumat, 10 April 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4). (Foto: BPMI Setpres)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4). (Foto: BPMI Setpres)

Magelang, Javanusa—Pemerintah memperkuat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional sebagai langkah strategis menekan konsumsi energi fosil dan mempercepat transisi menuju energi bersih.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan industri, penyediaan infrastruktur pendukung, serta pemberian insentif guna memperluas adopsi kendaraan listrik secara terintegrasi sekaligus memperkuat kemandirian energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah memprioritaskan pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi agar implementasinya berjalan lebih luas dan efektif di lapangan.

“Kami mendorong pemanfaatan energi bersih dan terbarukan ini lebih cepat dijalankan, termasuk melalui elektrifikasi di sektor transportasi. Ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan menekan emisi,” ujar Bahlil usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4).

Menurut Bahlil, pemerintah juga menyiapkan berbagai kemudahan serta insentif untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Yang penting implementasinya berjalan di lapangan. Kami terus mendorong agar realisasinya sesuai target,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemandirian pangan dan energi menjadi fondasi utama bagi negara yang ingin berdaulat.

Ia menilai, transisi menuju energi bersih merupakan langkah strategis yang perlu segera dijalankan, salah satunya melalui elektrifikasi di sektor transportasi.

“Salah satu langkah adalah menggunakan listrik, elektrifikasi. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil berbasis karbon,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyebut sektor energi sebagai bidang strategis selain pangan yang menentukan kekuatan dan ketahanan negara di tengah dinamika global. (*/red)

Baca Juga :  Teknologi Beehive Bikin Produksi Arang Tempurung Kelapa Lebih Efisien dan Bernilai Ekspor

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru