Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK

Penulis -

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kakanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki saat melakukan sidak di sebuah travel umrah berinisial MYS, Rabu (30/9/2026). (Foto: Kemenhaj Sumbar)

Kakanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki saat melakukan sidak di sebuah travel umrah berinisial MYS, Rabu (30/9/2026). (Foto: Kemenhaj Sumbar)

Padang, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat memperketat pengawasan terhadap biro perjalanan haji dan umrah.

Travel yang hanya mengantongi izin penyelenggaraan perjalanan umrah diminta tidak menawarkan maupun mempromosikan layanan haji khusus.

Kakanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, menyampaikan peringatan tersebut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sebuah travel umrah berinisial MYS, Rabu (30/9/2026).

Dalam pemeriksaan itu, Rifki menemukan materi promosi haji khusus yang terpasang di lokasi travel. Ia kemudian melepas langsung stiker promosi tersebut.

Kemenhaj Soroti Legalitas Travel

Rifki menegaskan penyelenggaraan haji khusus memiliki ketentuan perizinan tersendiri. Travel yang tidak memiliki izin Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) tidak boleh menawarkan layanan tersebut kepada masyarakat.

“Kalau izinnya hanya untuk umrah, jangan mencoba melaksanakan layanan atau mempromosikan haji khusus,” tegas Rifki.

Menurut dia, setiap biro perjalanan wajib menjalankan kegiatan sesuai ruang lingkup izin yang dimiliki. Kemenhaj Sumbar juga akan terus mengawasi aktivitas travel agar penawaran kepada masyarakat sesuai dengan legalitas penyelenggara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kepastian kepada calon jemaah sebelum mereka memilih biro perjalanan.

Dugaan Jemaah Batal Berangkat Masih Diselidiki

Sidak terhadap travel MYS sebelumnya berkaitan dengan dugaan adanya jemaah yang batal berangkat. Namun, Kemenhaj Sumbar belum menarik kesimpulan mengenai persoalan tersebut.

Rifki mengatakan tim Kemenhaj bersama asosiasi travel masih memeriksa dan mencocokkan data jemaah yang diduga batal berangkat. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan kronologi dan pihak yang bertanggung jawab.

“Masih dalam tahap penyelidikan,” kata Rifki terkait persoalan tersebut.

Karena pemeriksaan belum selesai, Kemenhaj belum menetapkan kesimpulan mengenai pihak yang harus bertanggung jawab atas kasus tersebut.

Travel Diminta Tertib Laporkan Data Jemaah

Selain persoalan izin, Kemenhaj Sumbar mengingatkan travel agar tertib menyampaikan data jemaah. Data tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam pengawasan perjalanan umrah.

Baca Juga :  Menhaj Minta Dana Haji Rp184 Triliun Dikelola Lebih Produktif, Ini Alasannya

Rifki juga meminta biro perjalanan memastikan seluruh fasilitas yang mereka tawarkan tercantum secara jelas dalam kontrak dengan jemaah.

“Semua yang dijanjikan kepada jemaah harus jelas dalam kontrak. Termasuk fasilitas yang akan diterima selama perjalanan,” ujarnya.

Kontrak tersebut menjadi dasar bagi kedua pihak dalam menjalankan hak dan kewajiban. Dokumen itu juga dapat menjadi rujukan apabila muncul persoalan mengenai layanan yang diterima jemaah.

Pengawasan Mencakup Promosi hingga Layanan

Rifki menegaskan pengawasan Kemenhaj tidak berhenti pada proses keberangkatan jemaah. Pemerintah juga memeriksa kesesuaian izin, materi promosi, pelaporan data, serta layanan yang ditawarkan travel.

Ia meminta seluruh biro perjalanan mematuhi ketentuan sesuai izin yang mereka miliki. Kepatuhan tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian layanan sekaligus perlindungan bagi jemaah umrah.

Dengan pengawasan tersebut, Kemenhaj Sumbar mendorong travel menjalankan usaha secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

Berita Terkait

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar
Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru