Jakarta, Javanusa—Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 akhirnya tiba di Indonesia dan mulai diperkenalkan kepada publik. Trofi tersebut tampil di Indonesia Sports Summit 2026, Jakarta International Convention Center (JCC), Jumat (11/9/2026).
FIFA mendatangkan langsung trofi itu dari Zurich, Swiss. Trofi tiba di Jakarta pada Kamis (10/9) dan kemudian dipajang di area Booth FIFA selama gelaran Indonesia Sports Summit.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir hadir dalam agenda tersebut. Sejumlah perwakilan FIFA juga turut hadir, yakni Lavin Vignesh selaku FIFA Lead Regional Office, Karan Mirchandani sebagai FIFA MA Development Manager, Chen Jun selaku FIFA Senior MA Development Manager, serta Simon Toselli yang menjabat FIFA Women’s Football Regional Lead Asia.
Tiga legenda Timnas Indonesia, Ismed Sofyan, Gendut Doni, dan Zaenal Arief, turut meramaikan acara.
Erick Thohir Minta Semua Stakeholder Bersatu
Erick Thohir menyebut kepercayaan FIFA kepada Indonesia menjadi kehormatan bagi sepak bola nasional. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen.
“Terima kasih Presiden FIFA dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Indonesia kembali dipercaya jadi tuan rumah, kali ini bernama FIFA ASEAN Cup 2026. Sebelumnya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Ini kehormatan untuk kita semua. Saya mengharapkan seluruh stakeholder sepak bola bisa bersatu mendukung FIFA ASEAN Cup,” kata Erick Thohir.
Menurut Erick, FIFA ASEAN Cup 2026 juga membuka peluang bagi Timnas Indonesia untuk mengejar prestasi tertinggi. Dukungan dan sinergi dari berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan tersebut.
“FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki nilai penting dan arti besar bagi sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Mari bersatu dukung Timnas Indonesia. Berharap pelatih dan pemain memberikan yang terbaik. Ini kesempatan besar kita meraih prestasi tertinggi,” jelas Erick Thohir.
FIFA ASEAN Cup 2026 Diikuti 14 Negara
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi turnamen baru yang mempertemukan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Kompetisi tersebut melibatkan 14 negara dengan pertandingan berlangsung di Indonesia dan Hong Kong.
Turnamen dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Kompetisi terbagi dalam dua divisi dengan pembagian grup yang berbeda.
Divisi Satu berlangsung di Indonesia dan melibatkan delapan negara. Indonesia, Malaysia, Singapura, serta Bangladesh menempati Grup A.
Sementara itu, Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan. Persaingan di divisi ini akan menjadi tantangan bagi Indonesia untuk mengamankan hasil terbaik di hadapan pendukung sendiri.
Adapun Divisi Dua berlangsung di Hong Kong. Grup A terdiri atas Hong Kong, Laos, dan Brunei Darussalam. Grup B mempertemukan Kamboja, Timor Leste, dan Myanmar.
Tiga Legenda Timnas Bicara Persaingan ASEAN
Pameran trofi FIFA ASEAN Cup 2026 berlanjut dengan talkshow bersama Ismed Sofyan, Gendut Doni, dan Zaenal Arief.
Ketiganya membahas peta persaingan sepak bola ASEAN. Mereka juga mengulas kekuatan calon lawan Indonesia serta berbagi pengalaman dari berbagai pertandingan di kawasan tersebut.
Ismed Sofyan menilai peluang Indonesia cukup terbuka. Faktor bermain di kandang sendiri, kualitas pemain, serta dukungan suporter menjadi modal penting bagi skuad Garuda.
“Semoga Timnas Indonesia meraih juara di FIFA ASEAN Cup 2026. Saya dan teman-teman (Gendut Doni dan Zaenal Arief) optimistis apalagi dengan bermain di kandang sendiri, melihat materi pemain nantinya dan tentu dukungan penuh suporter Timnas,” kata Ismed Sofyan.
Jersey Timnas Indonesia Dilelang untuk Donasi
Selain memperkenalkan trofi, kegiatan di Indonesia Sports Summit juga menghadirkan aksi sosial melalui lelang jersey pemain Timnas Indonesia.
Panitia akan menyalurkan hasil lelang kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Yayasan Sepak Bola Indonesia. (*)






