Pessel, Javanusa—Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) akan menggelar Turnamen Bola Voli Antar Kecamatan se-Kabupaten Pesisir Selatan pada 6 Juni 2026 mendatang. Kegiatan ini memperebutkan Piala Ketua PBVSI Pessel.
Ketua PBVSI Pessel, Herpi Damson, yang akrab disapa Epi Kampai, mengatakan turnamen ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali semangat olahraga bola voli di daerah tersebut.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut telah mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.
“Turnamen ini sudah mendapat izin, persetujuan, dan dukungan dari Bupati serta KONI Pesisir Selatan,” ujar Epi Kampai saat menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, turnamen akan digelar di Lapangan Generasi Merah Putih, Padang Sawah Ujung Air, Amping Parak, Kecamatan Sutera.
Menurutnya, ajang tersebut bukan sekadar pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar kecamatan sekaligus membangkitkan kembali kejayaan bola voli di Pesisir Selatan.
Panitia merencanakan pembukaan turnamen pada Sabtu (6/6) malam. Masyarakat diimbau untuk hadir dan memberikan dukungan kepada tim dari kecamatan masing-masing.
“Bawa semangat dan dukungan. Jadikan turnamen ini penuh energi positif,” ajaknya.
Epi Kampai menambahkan, turnamen ini juga menjadi ajang pemantauan dan seleksi atlet yang akan memperkuat tim bola voli Pesisir Selatan pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026.
Ia menilai, cabang olahraga bola voli pernah menjadi kebanggaan daerah dan mampu menanamkan nilai sportivitas bagi generasi muda.
“Melalui turnamen ini, kita ingin mengembalikan kejayaan bola voli sekaligus menyiapkan atlet terbaik menuju Porprov Sumbar,” katanya.
Selain itu, PBVSI Pessel juga mengemas turnamen ini untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kecamatan Sutera.
Dalam turnamen tersebut, panitia menyediakan total hadiah puluhan juta rupiah.
Juara pertama akan mendapatkan bonus Rp15 juta dan trofi, juara kedua Rp10 juta, juara ketiga Rp5 juta, dan peringkat keempat Rp2,5 juta.
Adapun sistem pertandingan menggunakan regulasi resmi PBVSI. Setiap kecamatan hanya diperbolehkan mengirimkan satu tim dengan maksimal 14 pemain.
Panitia juga memperbolehkan satu pemain dari luar daerah dengan posisi setter atau toser. Pendaftaran telah dibuka dengan biaya sebesar Rp250 ribu per tim. (niks)






