Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi atas pencapaian produksi 1 juta unit kendaraan oleh PT TVS Motor Company Indonesia.
Prestasi ini memperkuat struktur industri kendaraan bermotor nasional dan memperluas kapasitas ekspor serta penggunaan komponen lokal.
“Sektor manufaktur Indonesia terus menjadi penggerak utama perekonomian nasional,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (19/2).
Berdasarkan data BPS, industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung perekonomian, menyumbang 19,07 persen PDB nasional sepanjang 2025.
Kinerja sektor ini meningkat dari 4,43 persen pada 2024 menjadi 5,30 persen pada 2025, menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.
“Momentum ini perlu dijaga melalui penguatan struktur industri, investasi, dan transformasi menuju industri berdaya saing,” imbuh Menperin.
TVS Motor, Kontributor Kuat Industri Otomotif Nasional
Pencapaian 1 juta unit ini menegaskan peran PT TVS Motor dalam memperkuat industri otomotif dan meningkatkan daya saing global.
“TVS menunjukkan komitmen kuat melalui investasi berkelanjutan, ekspor, dan pemenuhan regulasi industri,” kata Dirjen ILMATE, Setia Diarta, saat perayaan produksi di Karawang, Rabu (18/2).
Pasar kendaraan roda dua Indonesia tetap tangguh, dengan penjualan 6,4 juta unit pada 2025, naik 1,3 persen dibanding 2024. Ekspor kendaraan roda dua juga mencapai 540 ribu unit, senilai Rp 10,5 triliun.
Profil PT TVS Motor Indonesia
TVS Motor Indonesia berdiri sejak 2007 dan merupakan anak perusahaan TVS Motor Company India.
Hingga 2026, investasi perusahaan mencapai USD 250 juta (Rp 4,12 triliun) dengan menyerap ratusan tenaga kerja langsung dan memberi dampak ekonomi ke 8.000 tenaga kerja tidak langsung melalui jaringan distributor dan pemasok.
Perusahaan ini menjadi salah satu basis produksi global TVS di luar India dan Inggris, serta memproduksi kendaraan untuk pasar domestik dan ekspor ASEAN, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.
Setia menambahkan, TVS konsisten memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan regulasi industri.
Sejumlah produk TVS digunakan dalam pengadaan pemerintah, seperti penyediaan 700 unit kendaraan roda tiga untuk program Gerai, Pergudangan, dan Perlengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui PT Agrinas.
“Capaian TKDN ini membuka peluang lebih besar untuk pengadaan pemerintah sesuai Perpres 46/2025,” jelas Dirjen ILMATE.
TVS Motor Dorong Kendaraan Listrik Nasional
TVS telah memulai produksi kendaraan listrik roda dua dan roda tiga, termasuk lini produksi battery pack.
“Pasar kendaraan listrik masih tahap awal, namun memiliki potensi pertumbuhan besar,” ujar Setia. Peluang ini memungkinkan industri memperkuat kehadiran dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik lokal.
Kemenperin berharap pencapaian 1 juta unit menjadi pemantik bagi TVS untuk memperluas investasi, kapasitas produksi, ekspor, dan penggunaan komponen dalam negeri.
“Pemerintah akan terus mendukung pengembangan industri otomotif agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan,” tutup Dirjen ILMATE. (*/red)






