Padang Panjang, Javanusa—Capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Padang Panjang menembus 99,16 persen pada awal 2026.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Padang Panjang meraih Penghargaan UHC Awards 2026 kategori Madya di tingkat nasional.
Penghargaan diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar kepada Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis. Penyerahan berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Selasa (27/1/2026).
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyatakan, capaian UHC 99,16 persen merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan masyarakat dinilai berperan aktif dalam mendukung Program JKN.
“Capaian ini menunjukkan keseriusan kami memastikan seluruh warga memiliki akses layanan kesehatan,” kata Hendri Arnis.
Ia menegaskan, UHC menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.
Hendri juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan penganggaran daerah. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat rentan.
Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang, dr. Sonya Thermiarto, menyampaikan data terkini kepesertaan JKN. Hingga 1 Januari 2026, dari total penduduk 64.159 jiwa, sebanyak 63.618 jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN.
“Masih terdapat sekitar 541 jiwa yang belum terdaftar. Namun tren UHC di awal 2026 tetap stabil di angka 99,16 persen,” ujar Sonya.
Segmentasi Kepesertaan JKN
Kontributor terbesar kepesertaan berasal dari segmen PBI APBD Pemda sebanyak 22.554 peserta. Selanjutnya, PBI Jaminan Kesehatan tercatat 15.994 peserta.
Segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) mencapai 12.455 peserta. Sementara PPU Penyelenggara Negara (PPU PN) tercatat 6.416 peserta.
Adapun Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) berjumlah 3.746 peserta. Segmen Bukan Pekerja (BP) tercatat sebanyak 2.453 peserta.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, sebelumnya menegaskan pentingnya peran kepala daerah. Menurutnya, dukungan kebijakan dan penganggaran daerah menjadi kunci keberhasilan Program JKN.
Secara nasional, hingga 31 Desember 2025, kepesertaan JKN mencapai 282,7 juta jiwa. Angka tersebut setara lebih dari 98 persen penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif 81,45 persen.
Capaian nasional ini melampaui target RPJMN 2025–2029. Padang Panjang menjadi salah satu daerah yang berkontribusi signifikan dalam pencapaian tersebut. (*/red)






