Uji Publik Data Rumah Rusak Padang Pariaman Sebelum SK Bupati Ditetapkan

Penulis -

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Padang Pariaman menggelar uji publik data rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi sebelum ditetapkan melalui SK Bupati. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Pemkab Padang Pariaman menggelar uji publik data rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi sebelum ditetapkan melalui SK Bupati. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman menggelar uji publik data rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.

Langkah ini untuk memastikan data penerima bantuan benar-benar akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Uji publik ini menjadi tahapan wajib sesuai arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Data yang diuji mencakup identitas penerima bantuan secara by name by address (BNBA) dan by NIK.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengatakan uji publik merupakan amanat BNPB. Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Kepala Pelaksana BNPB Nomor B-05/BNPB/D-IV/RR.02.04/01/2026 tertanggal 10 Januari 2026.

“BNPB mewajibkan agar data rumah rusak by name by address dan by NIK dilakukan uji publik terlebih dahulu sebelum ditetapkan dalam SK Bupati,” ujar John Kenedy Azis. Arahan itu disampaikan di kediamannya di Karan Aur, Pariaman, Jumat (17/1/2026).

Ia menegaskan, validitas data menjadi kunci agar bantuan pemerintah pusat dan daerah tepat sasaran. Karena itu, seluruh tahapan pendataan harus terbuka dan bisa diuji oleh publik.

Tiga Tahap Pendataan Sejak Desember 2025

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) Padang Pariaman, Andri Satria Masri, menjelaskan pendataan berlangsung dalam tiga tahap. Proses itu sudah dimukai sejak 19 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026.

Data diverifikasi oleh Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) di bawah koordinasi DLHPKPP dan BPBD. Hasilnya kemudian dipublikasikan di kantor camat dan kantor wali nagari.

Masyarakat Diberi Ruang Ajukan Sanggahan

Andri mengatakan masyarakat diberi kesempatan untuk mencermati dan memeriksa data yang dipublikasikan. Pemkab juga menyiapkan formulir sanggahan bagi warga yang merasa datanya belum sesuai kondisi lapangan.

Baca Juga :  Bupati John Kenedy Azis Ikuti KPPD Lemhannas, Satu-satunya dari Sumbar

“Kami sudah menyiapkan data serta formulir sanggahan bagi masyarakat yang merasa data yang ditampilkan belum sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Andri.

Menurutnya, uji publik bertujuan memastikan data yang diajukan melalui SK Bupati benar-benar akurat dan dapat dipercaya. Warga juga diberi ruang untuk memberikan koreksi jika ditemukan data ganda atau fiktif.

Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, menambahkan sanggahan disampaikan secara tertulis kepada Bupati. Sanggahan dikirim melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD menggunakan formulir resmi.

“Sanggahan dapat berupa dugaan NIK ganda, data fiktif, penyintas yang belum terdaftar, atau ketidaksesuaian tingkat kerusakan rumah,” ujar Emri.

Ia juga menyebut sanggahan bisa mencakup dugaan penerima yang sudah mendapat bantuan serupa dari pihak lain.

Uji Publik Selama Empat Hari

Uji publik data rumah rusak berlangsung selama empat hari. Kegiatan ini berlangsung mulai 18 hingga 22 Januari 2026.

Emri menegaskan, sanggahan yang masuk setelah batas waktu tersebut dinyatakan tidak berlaku. Sanggahan yang terlambat tidak akan ditindaklanjuti dalam proses penetapan SK Bupati.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Padang Pariaman pada akhir 2025 menyebabkan kerusakan ratusan rumah warga di sejumlah kecamatan. Data BNBA ini menjadi dasar pengajuan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak dari BNPB dan APBD.

Pemkab Padang Pariaman menegaskan komitmennya menjaga transparansi dan akuntabilitas. Pemerintah daerah berharap masyarakat aktif terlibat agar tidak ada warga terdampak yang terlewat dari pendataan.

“Prinsipnya, tidak boleh ada yang dirugikan dan tidak boleh ada yang diuntungkan secara tidak sah,” ujar John Kenedy Azis.

Ia memastikan seluruh proses akan diawasi secara ketat hingga penetapan SK Bupati. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB