ULN Indonesia Capai US$453,4 Miliar pada Triwulan II 2026, Struktur Utang Tetap Sehat

Penulis -

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ULN Indonesia mencapai US$453,4 miliar pada triwulan II 2026. (Foto: Dok. BI)

ULN Indonesia mencapai US$453,4 miliar pada triwulan II 2026. (Foto: Dok. BI)

Jakarta, Javanusa—Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai US$453,4 miliar pada triwulan II 2026. Bank Indonesia mencatat posisi tersebut tumbuh 4,4 persen secara tahunan (yoy), terutama karena peningkatan ULN publik.

Pertumbuhan ULN publik berasal dari pemerintah dan bank sentral. Di sisi lain, ULN swasta masih mengalami kontraksi, meski tekanannya mulai berkurang dibandingkan triwulan sebelumnya.

ULN pemerintah tercatat US$216,3 miliar pada triwulan II 2026. Angka tersebut tumbuh 2,9 persen (yoy), melambat dari 3,8 persen pada triwulan I 2026.

Peningkatan tersebut terutama berasal dari arus masuk pada Surat Berharga Negara (SBN). Kondisi ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia tetap terjaga.

Pemerintah juga terus menjaga kredibilitas pengelolaan utang. Komitmen itu mencakup pembayaran pokok dan bunga utang tepat waktu serta pengelolaan ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel.

Sebagai bagian dari pembiayaan APBN, pemerintah mengarahkan ULN untuk mendukung sektor-sektor produktif. Kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan keberlanjutan pengelolaan utang.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah antara lain mendukung Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 22,0 persen. Berikutnya, Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mencapai 20,6 persen.

Sementara itu, sektor Jasa Pendidikan menyumbang 16,2 persen. Konstruksi mencapai 11,5 persen, sedangkan Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,5 persen dari total ULN pemerintah.

Struktur ULN pemerintah juga relatif aman karena hampir seluruh utangnya memiliki tenor jangka panjang.

Kepemilikan SRBI Dorong ULN Bank Sentral

Pada periode yang sama, ULN bank sentral turut meningkat. Kenaikan tersebut terutama berasal dari bertambahnya kepemilikan non-residen atas instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Bank Indonesia menggunakan operasi moneter pro-market untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut menjadi semakin penting ketika ketidakpastian global kembali meningkat.

Baca Juga :  Rocky Hybrid Tampil Ramaikan Booth Daihatsu di GIIAS 2024
ULN Swasta Masih Mengalami Kontraksi

Berbeda dengan sektor publik, ULN swasta masih mencatat pertumbuhan negatif. Posisi ULN swasta mencapai US$194,6 miliar pada triwulan II 2026.

Angka tersebut menunjukkan kontraksi 0,6 persen (yoy). Namun, tekanan itu lebih ringan dibandingkan kontraksi 1,3 persen pada triwulan sebelumnya.

Lembaga keuangan menjadi salah satu faktor utama dalam perkembangan tersebut. ULN sektor financial corporations terkontraksi 3,4 persen (yoy), membaik dari kontraksi 6,3 persen pada triwulan I 2026.

Dari sisi sektor ekonomi, ULN swasta terutama berasal dari Industri Pengolahan. Kontribusi besar lainnya datang dari Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian.

Keempat sektor tersebut menyumbang 79,4 persen dari total ULN swasta. Struktur ULN swasta juga masih didominasi utang jangka panjang dengan porsi 75,7 persen.

Rasio ULN terhadap PDB 30,6 Persen

Bank Indonesia menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. Salah satu indikatornya terlihat dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada pada level 30,6 persen.

Selain itu, ULN jangka panjang mendominasi struktur utang nasional. Porsinya mencapai 82,1 persen dari total ULN Indonesia pada triwulan II 2026.

Bank Indonesia bersama pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk memantau perkembangan ULN. Langkah tersebut bertujuan menjaga struktur utang tetap sehat sekaligus mengendalikan risiko terhadap stabilitas ekonomi.

Pemerintah dan Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan peran ULN untuk mendukung pembiayaan pembangunan. Pengelolaan yang hati-hati diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Data terbaru mengenai ULN Indonesia tersedia dalam Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Agustus 2026. Publikasi tersebut menggunakan periode data Juni 2026.

Informasi lengkap dan metadata dapat diakses melalui situs Bank Indonesia. Publikasi SULNI juga tersedia melalui situs Kementerian Keuangan. (*)

Baca Juga :  Guru Ngaji, Dai, Aktivis Islam dan Pegawai Ormas Islam Kini Bisa Punya Rumah Subsidi

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB