Javanusa.com—Langkah Swedia di Piala Dunia FIFA 2026 harus terhenti setelah kalah 0-3 dari Prancis pada Babak 32 Besar.
Meski gagal melanjutkan perjalanan, Viktor Gyokeres memilih mengenang pengalaman berharga di turnamen terbesar dunia sekaligus memuji kualitas Les Bleus yang dinilainya layak menjadi kandidat juara.
Kekalahan dari Prancis memang menyisakan kekecewaan bagi Swedia. Namun, bagi Gyokeres, tampil di Piala Dunia tetap menjadi pencapaian yang membanggakan dalam kariernya.
Penyerang berusia 28 tahun itu mengawali turnamen dengan impresif. Ia mencetak satu gol dan menyumbang dua assist ketika Swedia membantai Tunisia 5-1 pada laga debut mereka di Piala Dunia FIFA 2026.
Setelah berhasil melewati fase grup, skuad asuhan Graham Potter langsung menghadapi tantangan berat. Mereka bertemu Prancis yang sejak awal dijagokan menjadi salah satu calon juara dan sedang berada dalam performa terbaiknya.
Hasil akhirnya sesuai prediksi banyak pihak. Prancis menang 3-0 dan mengakhiri kiprah Swedia di turnamen tersebut.
“Tidak ada yang lebih besar daripada Piala Dunia,” ujar Gyokeres kepada FIFA. “Turnamen ini luar biasa dan saya sangat bangga bisa menjadi bagian darinya,” ujar Gyokeres.
Apresiasi untuk Suporter Swedia
Di balik hasil mengecewakan itu, Gyokeres memberikan penghormatan kepada para pendukung Swedia yang terus memberikan semangat sepanjang pertandingan.
Meski jumlah mereka kalah banyak dibandingkan suporter Prancis, nyanyian dukungan tidak berhenti terdengar, bahkan setelah Kylian Mbappe membuka keunggulan Les Bleus menjelang turun minum.
“Mereka adalah alasan kami bisa berada di sini. Kami tidak mungkin bisa melakukan ini tanpa mereka. Saya minta maaf karena kami tidak bisa melangkah lebih jauh di turnamen ini,” kata Gyokeres.
Gyokeres Nilai Prancis Berpeluang Juara
Selain menerima kekalahan dengan lapang dada, penyerang Arsenal tersebut juga mengakui kualitas permainan Prancis.
Menurutnya, koordinasi lini serang Les Bleus menjadi salah satu kekuatan utama yang sulit dihentikan. Ia menilai para pemain Prancis telah membangun chemistry yang sangat baik sehingga permainan mereka terlihat matang.
“Dari segi permainan menyerang, mereka memiliki kerja sama yang sangat baik,” ujar Gyokeres. “Mereka sudah sangat memahami satu sama lain. Itu terlihat dan bisa dirasakan di lapangan. Jika mereka terus bermain seperti ini dan mampu menjaga organisasi pertahanan mereka—tidak memberi lawan terlalu banyak peluang—saya yakin mereka akan melangkah sangat jauh. Mereka adalah tim yang sangat bagus,” tambahnya.
Kagumi William Saliba dan Tatap Piala Dunia 2030
Gyokeres juga mendapat kesempatan berduel dengan rekan setimnya di Arsenal, William Saliba, yang tampil solid mengawal pertahanan Prancis.
“Senang bisa bermain melawannya,” kata pemain asal Stockholm tersebut. “Dia adalah bek yang sangat bagus. Itulah yang paling saya sukai: bermain melawan pemain-pemain terbaik,” kata Gyokeres.
Meski perjalanan Swedia telah usai, Gyokeres optimistis generasi baru negaranya memiliki masa depan cerah. Ia berharap dapat membawa Swedia kembali tampil di Piala Dunia 2030 yang akan berlangsung di Maroko, Portugal, dan Spanyol.
“Kami adalah tim yang baru. Kami belum pernah bermain di turnamen besar sebelumnya, atau setidaknya saya rasa hanya satu pemain di tim ini yang pernah mengalaminya. Kami adalah tim baru jika dibandingkan dengan banyak tim lainnya. Prancis sudah lama bermain bersama di berbagai turnamen. Saya rasa kami memiliki pemain-pemain yang sangat berbakat. Seiring berjalannya waktu, saya yakin kami akan menjadi tim yang sangat, sangat bagus,” katnya. (*/red)






