Wabup Pessel Resmikan Early Warning System di Nagari Amping Parak

Penulis -

Senin, 6 Oktober 2025 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim didampingi Kepala Pelaksana BPBD Pessel, Yuskardi dan sejumlah kepala OPD saat melakukan peresmian EWS di Nagari Amping Parak, Senin (6/10/2025). (Foto: Dok. Yoniks)

Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim didampingi Kepala Pelaksana BPBD Pessel, Yuskardi dan sejumlah kepala OPD saat melakukan peresmian EWS di Nagari Amping Parak, Senin (6/10/2025). (Foto: Dok. Yoniks)

Pessel, Javanusa—Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Risnaldi Ibrahim, meresmikan operasional sistem peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS) di Nagari Amping Parak, Senin (6/10/2025).

Perangkat ini merupakan bantuan dari Bank Dunia yang diprakarsai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.

Dalam peresmian tersebut, Wabup didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Pessel, Yuskardi, serta sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Hadir pula tokoh masyarakat dan anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) dari Nagari Amping Parak.

“Dengan hadirnya sistem peringatan dini ini, kita berharap masyarakat bisa lebih cepat merespons jika terjadi gempa yang berpotensi tsunami. Ini bagian dari upaya kita menekan risiko korban jiwa dan memperkuat kesiapsiagaan warga,” ujar Risnaldi Ibrahim saat peresmian.

Ia menjelaskan, Pesisir Selatan tahun 2025 ini menerima dua unit bantuan EWS melalui program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) yang didukung Bank Dunia dan BNPB. Selain di Amping Parak, satu unit lainnya dipasang di Nagari Kambang Barat. Total nilai bantuan diperkirakan mencapai Rp 350 juta.

Kepala BPBD Pessel, Yuskardi, menyampaikan pemasangan EWS ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem mitigasi bencana, terutama di wilayah pesisir yang rawan gempa dan tsunami.

“Kita akan terus berkoordinasi dengan BNPB dan stakeholder lainnya agar sistem ini tidak hanya terpasang, tapi juga aktif berfungsi, dirawat, dan didukung oleh partisipasi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan EWS untuk Kabupaten Pesisir Selatan idealnya mencapai 72 unit, mengingat panjangnya garis pantai dan jumlah wilayah rawan yang tersebar di berbagai nagari. BPBD akan terus melakukan pemetaan dan pengajuan untuk pengadaan unit tambahan.

Baca Juga :  Korban Banjir Bandang dan Longsor Terima Santunan dari Presiden

Sistem EWS yang dipasang menggunakan teknologi otomatis yang dapat mengeluarkan suara sirine secara real-time saat mendeteksi gempa dengan potensi tsunami. Tidak seperti sistem manual sebelumnya, alat ini mampu mempercepat proses peringatan dini ke masyarakat.

Selain itu, BNPB juga telah melakukan pelatihan terhadap Kelompok Siaga Bencana di nagari penerima bantuan, termasuk memberikan dokumen kajian risiko bencana sebagai panduan tindakan dalam kondisi darurat.

Langkah ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menerima alat, tapi juga memahami cara penggunaannya dan siap melakukan evakuasi.

Nagari Amping Parak sendiri sebelumnya telah ditetapkan sebagai salah satu wilayah yang telah memenuhi indikator Tsunami Ready Community (TRC) tingkat nasional.

Penilaian ini mencakup kesiapan jalur evakuasi, keterlibatan masyarakat, serta keberadaan sistem peringatan dini yang aktif.

Yuskardi menambahkan bantuan EWS harus disertai dengan komitmen perawatan oleh daerah. “Alat ini penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana alat ini dijaga, diuji coba berkala, dan didukung oleh kesiapan warga,” ujarnya.

Saat ini, Pemkab Pessel bersama BPBD terus mengidentifikasi nagari lainnya yang memerlukan EWS dan akan mengajukan permintaan tambahan ke pemerintah pusat.

“Pelibatan masyarakat, edukasi kebencanaan, serta simulasi evakuasi juga terus ditingkatkan agar budaya sadar bencana tumbuh dari tingkat paling bawah,” jelasnya.

Peresmian tersebut menjadi simbol awal upaya perlindungan terhadap masyarakat merupakan tanggung jawab bersama dari seluruh lapisan masyarakat. (yoniks)

Berita Terkait

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB