Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, tanggap, dan berpihak kepada masyarakat terdampak bencana.
Salah satunya melalui penyerahan dokumen kependudukan bagi korban kebakaran di Nagari Koto VIII Palangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Senin (6/10/2025).
Wakil Bupati (Wabup) Pessel, Risnaldi Ibrahim didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Beriskah, saat menyerahkan dokumen kependudukan tersebut menyampaikan Pemkab Pessel tidak hanya hadir memberi simpati, tetapi juga memberikan solusi konkret untuk memulihkan hak-hak administrasi warga yang menjadi korban kebakaran tersebut.
“Masyarakat yang terkena musibah harus tetap mendapatkan pelayanan publik yang cepat dan tidak berbelit. Salah satunya adalah akses terhadap dokumen kependudukan,” katanya.
Risnaldi menjelaskan dokumen seperti KTP, KK, dan Akta Kelahiran merupakan kebutuhan dasar yang menjadi syarat utama dalam mengakses berbagai layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, hingga kesehatan. Oleh karena itu, negara harus hadir lebih cepat dari masalah.
“Kita tidak ingin musibah berlapis. Sudah rumah terbakar, kehilangan dokumen juga jadi beban tambahan. Maka inilah bentuk tanggung jawab kami,” ujarnya.
Melalui kunjungan itu, Wabup Risnaldi, secara simbolis menyerahkan dokumen baru kepada tiga kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran. Diantaranya, Yoni Antoni (43 tahun), Tambirin (46 tahun), dan Sukarna (68 tahun), dengan warga terdampak pada tiga keluarga itu sebanyak 9 jiwa.
Dokumen yang diserahkan karena hangus dalam insiden kebakaran itu sebagai bentuk implementasi inovasi pelayanan Dukcapil yang dikenal dengan nama SUPER CEPATD atau Sistem Urusan Pelayanan Kependudukan Gerak Cepat Daerah.
Kepala Dinas Dukcapil Pessel, Beriskhan, menjelaskan bahwa SUPER CEPATD adalah inovasi layanan responsif yang bertujuan untuk menjangkau warga terdampak bencana dengan pelayanan langsung di tempat.
“Ketika ada bencana seperti kebakaran, banjir, atau gempa, warga sering kehilangan dokumen penting. Maka, kita tidak menunggu mereka datang ke kantor. Kita yang datang kepada mereka sebagaimana dilakukan saat ini,” jelasnya.
Menurut Beriskhan, inovasi ini lahir dari kebutuhan lapangan, di mana banyak masyarakat kesulitan mengurus kembali dokumen pascabencana. Dengan hadirnya SUPER CEPATD, masyarakat dapat langsung menerima dokumen pengganti tanpa biaya dan tanpa proses yang rumit.
“Kita prioritaskan kemudahan, kecepatan, dan keberpihakan kepada warga terdampak,” ungkapnya.
Beriskhan menambahkan Dinas Dukcapil Pessel telah melakukan berbagai penyempurnaan sistem internal dan memperkuat koordinasi dengan lintas sektor, sehingga proses pencetakan dan verifikasi dokumen bisa dilakukan secara mobile.
“SUPER CEPATD juga didukung oleh database kependudukan yang sudah terintegrasi, sehingga data warga terdampak bisa langsung kita akses dan cetak ulang dengan valid,” jelasnya.
Inovasi itu tidak hanya ditujukan untuk korban bencana, tetapi juga akan dikembangkan untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil dan sulit akses di Pesisir Selatan.
“Harapan kami, seluruh masyarakat, apapun kondisinya, tidak tertinggal dalam hal administrasi kependudukan,” ucapnya.
Selain menyerahkan dokumen, Pemkab Pessel juga memastikan seluruh keluarga terdampak telah terdata untuk memperoleh bantuan lanjutan dari dinas sosial, BPBD, dan instansi terkait lainnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi lintas perangkat daerah dalam pelayanan publik berbasis kemanusiaan.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pessel, Yuskardi, Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Irwan Fahlevi, serta sejumlah pejabat eselon III dari instansi terkait lainnya. (yoniks)






