Wabup Risnaldi Dorong Kolaborasi Nasional Jadikan Pesisir Selatan Pusat Industri Gambir Dunia

Penulis -

Jumat, 7 November 2025 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim saat menyampaikan paparannya dalam pertemuan pemangku kepentingan (Stakeholders Meeting). (Foto: Dok. Prokopim)

Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim saat menyampaikan paparannya dalam pertemuan pemangku kepentingan (Stakeholders Meeting). (Foto: Dok. Prokopim)

Padang, Javanusa—Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Risnaldi Ibrahim menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat hilirisasi dan pengembangan industri pengolahan gambir di daerahnya agar mampu bersaing di pasar global.

Penegasan itu disampaikan Risnaldi saat menghadiri Pertemuan Pemangku Kepentingan (Stakeholders Meeting) di Hotel Grand Basko, Padang, Kamis malam (6/11/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian RI, organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi dan kabupaten, akademisi, perbankan, serta pelaku industri gambir.

Menurut Risnaldi, gambir merupakan komoditas strategis sekaligus sumber penghidupan ribuan keluarga petani di Pesisir Selatan. Indonesia, kata dia, menguasai sekitar 80 persen pasar gambir dunia dan menjadi pemasok utama bahan baku bagi industri farmasi, tekstil, kosmetik, pewarna alami, hingga produk herbal.

“Potensi ini luar biasa besar, tetapi sebagian besar gambir kita masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. Nilai tambahnya justru dinikmati negara lain. Karena itu, hilirisasi menjadi kunci,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan upaya hilirisasi tidak dapat berjalan jika setiap pihak bekerja secara terpisah. Diperlukan sinergi dan kerja sama antar sektor agar transformasi industri gambir dapat terwujud.

Risnaldi menegaskan Pemkab Pessel  berkomitmen memperkuat Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) gambir, dengan fokus pada penguatan ekosistem industri, pembangunan infrastruktur pendukung, dan akses permodalan yang lebih mudah.

Ia juga mendorong perbankan untuk memberikan pembiayaan berbunga rendah bagi pelaku IKM, serta mengajak akademisi dan kementerian terkait memberikan pendampingan teknis dan riset terapan guna meningkatkan kualitas produk.

Selain hilirisasi, Wabup menyoroti pentingnya diversifikasi produk turunan gambir yang berpotensi dikembangkan menjadi bahan baku farmasi, suplemen kesehatan, kosmetik, hingga pewarna alami premium.

“Kita perlu memperkuat riset inovatif dan mendorong sertifikasi produk agar mampu menembus pasar global,” tambahnya.

Baca Juga :  Gerakan Shalat Subuh Berjamaah Polda Sumbar: Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Anev Triwulan II 2025

Risnaldi juga menekankan pentingnya keberlanjutan dan sertifikasi internasional seperti Rainforest Alliance dan Good Agricultural Practices (GAP) sebagai syarat daya saing global.

Produk gambir, katanya, harus dilengkapi sistem ketertelusuran (traceability) dari kebun hingga produk akhir untuk memenuhi tuntutan konsumen terhadap produk ramah lingkungan.

Selain itu, ia mendorong digitalisasi pemasaran dan diplomasi ekonomi guna memperluas pasar ekspor, tidak hanya ke India, tetapi juga ke Eropa dan Amerika Serikat.

Dalam forum tersebut, Risnaldi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyepakati agenda kolaboratif sebagai fondasi percepatan pengembangan industri gambir nasional.

Agenda tersebut mencakup penyusunan nota kesepahaman lintas sektor, peta jalan (roadmap) pengembangan jangka pendek dan menengah, serta pembentukan gugus tugas yang bertugas memantau tindak lanjut hasil pertemuan.

“Pertemuan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan besar menuju transformasi gambir Pesisir Selatan. Dengan kerja sama yang erat, mari kita wujudkan daerah ini sebagai Hub Pengolahan dan Ekspor Gambir Berkelanjutan Kelas Dunia,” pungkasnya. (sus)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB