Solsel, Javanusa—Penguatan pendidikan karakter, literasi, dan numerasi menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel).
Melalui Workshop Literasi, Numerasi, dan Karakter Peserta Didik yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Solsel, para guru dibekali keterampilan untuk menciptakan pembelajaran yang relevan dan berdampak nyata di sekolah.
Workshop ini dilaksanakan pada Kamis (19/6/2025) di Aula Sarantau Sasurambi dan diikuti oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan se-Kabupaten Solok Selatan.
Baca Juga: Buka Jalur Pendakian Baru Gunung Kerinci via Solsel, Bupati Khairunas Temui Dirjen KSDAE
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan berbasis nilai dan kompetensi abad ke-21.
Pendidikan Harus Membangun Karakter
Wakil Bupati Solsel, H. Yulian Efi, yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan pendidikan tidak cukup hanya menekankan aspek akademik.
“Kita ingin generasi yang bukan hanya pintar secara kognitif, tapi juga jujur, teliti, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Menurut Wabup, guru berperan besar sebagai agen perubahan dalam mewujudkan ekosistem belajar yang adaptif dan membentuk karakter siswa sejak dini.
Ia juga menilai workshop semacam ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perubahan kurikulum dan tantangan pendidikan global.
Pemkab Prioritaskan SDM Unggul untuk Kemajuan Daerah
Lebih lanjut, Yulian Efi menegaskan bahwa pendidikan merupakan misi utama pembangunan Solok Selatan.
Ia menyebutkan SDM yang unggul akan menjadi pendorong utama kemajuan daerah.
“Kalau mau Solok Selatan maju, kita mulai dari kualitas pendidikannya. Guru harus siap dengan tantangan baru,” ujarnya.
Mulai tahun ajaran 2025/2026, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga akan menerapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa akhir jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK.
Kebijakan ini menuntut kesiapan guru dalam memberikan pembelajaran yang menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun karakter.
PGRI Dorong Transformasi Pendidikan di Daerah
Ketua PGRI Kabupaten Solok Selatan, Alsiswandri, menuturkan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung transformasi pendidikan di tingkat lokal.
“Kami ingin guru di Solok Selatan mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan membentuk karakter siswa sesuai tuntutan zaman,” katanya.
Melalui pelatihan guru dapat memiliki kapasitas lebih untuk mendorong perubahan positif di ruang kelas dan menjadikan pendidikan sebagai kekuatan utama pembangunan berkelanjutan. (*/red)






