Payakumbuh, Javanusa—Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp25 juta bagi keluarga kurang mampu di Kelurahan Taratak Padang Kampuang, Jumat (20/2/2026).
Bantuan itu diberikan kepada Linda Rianti (45), warga Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. Program tersebut bersumber dari Baznas Sumbar dan menjadi bagian Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemprov Sumbar.
Rumah yang ditempati Linda bersama suami dan tiga anaknya berdinding kayu dan seng bekas. Sejumlah bagian dinding belum tertutup rapat, sementara atap dan loteng sudah berlubang.
Linda mengaku telah hampir empat tahun tinggal di rumah tersebut bersama suaminya, Zelmi (50), yang bekerja sebagai penggembala kambing milik tetangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat keluarga itu belum mampu memperbaiki rumah.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” kata Linda dengan mata berkaca-kaca.
Bantuan RTLH Baznas Sumbar
Vasko menyerahkan bantuan RTLH sebesar Rp25 juta untuk memperbaiki struktur rumah agar layak huni. Ia juga memberikan paket sembako untuk meringankan kebutuhan harian keluarga.
Program RTLH Baznas Sumbar menargetkan rumah tangga miskin ekstrem dan keluarga prasejahtera di kabupaten/kota se-Sumbar. Pemerintah daerah menggandeng Baznas untuk memastikan verifikasi data penerima dilakukan berlapis.
Tunggakan Sekolah 10 Bulan Diminta Segera Dilunasi
Dalam kunjungan itu, Vasko juga mengetahui salah satu anak Linda menunggak biaya sekolah selama 10 bulan di SMP Darussalam Aulia, Payakumbuh. Ia langsung meminta Pemerintah Kota Payakumbuh membantu pelunasan tunggakan tersebut.
“Pak Wawa, tunggakan biaya sekolah ini saya minta tolong dibantu pelunasannya,” ujar Vasko kepada Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman.
Langkah tersebut, menurut Vasko, penting agar anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan biaya.
Warga sekitar menilai bantuan tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan. Fadli (48), tetangga Linda, mengatakan keluarga itu memang sudah lama ingin memperbaiki rumah.
“Sangat tepat sasaran. Mereka memang kesulitan ekonomi dan belum mampu membangun sendiri,” kata Fadli.
Ia berharap program serupa terus berlanjut agar warga prasejahtera lain di Kota Payakumbuh juga mendapatkan perhatian. (*/adpsb)






