Dharmasraya, Javanusa—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mempercepat pemerataan infrastruktur hingga kawasan perbatasan.
Salah satu upayanya terlihat pada rehabilitasi jalan provinsi Simpang Koto Baru–Tanjung Simalidu, Kabupaten Dharmasraya, yang kini memasuki tahap pembangunan bahu jalan setelah pengaspalan rampung.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan pembangunan harus menjangkau seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
Ia menyebut Pemprov Sumbar terus mengupayakan perbaikan jalan provinsi yang mengalami kerusakan secara bertahap.
“Jarak bukan alasan untuk membedakan perhatian. Jangan sampai karena berada di ujung provinsi, masyarakat menjadi terabaikan. Mereka juga punya hak untuk menikmati infrastruktur yang layak,” tegas Vasko.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau pengerjaan ruas jalan Simpang Koto Baru–Tanjung Simalidu di Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, Senin (2/11/2026).
Pemerataan Pembangunan Menjangkau Berbagai Sektor
Vasko menjelaskan, komitmen pemerataan pembangunan Sumbar tidak hanya berfokus pada infrastruktur jalan. Pemprov Sumbar juga mendorong kemajuan sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, serta berbagai sektor strategis lainnya.
Menurutnya, pembangunan yang merata menjadi kunci agar seluruh wilayah Sumatera Barat dapat tumbuh dan berkembang bersama.
Karena itu, pemerintah provinsi terus berupaya menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk di kawasan yang selama ini jauh dari pusat aktivitas pemerintahan.
Rehabilitasi Jalan Dharmasraya Senilai Rp6,99 Miliar
Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumbar memulai rehabilitasi jalan Simpang Koto Baru–Tanjung Simalidu pada 13 Agustus 2026.
Proyek tersebut menggunakan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) dengan nilai kontrak Rp6.997.457.143. Pelaksanaannya memiliki masa kerja 140 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.
Pekerjaan rehabilitasi mencakup pengaspalan, pembangunan bahu jalan, serta perataan badan jalan. Petugas juga mengerjakan lapis fondasi agregat kelas B dan kelas A untuk memperkuat struktur jalan.
Saat ini, kontraktor telah menyelesaikan pengaspalan dan melanjutkan pekerjaan pada bagian bahu jalan.
Warga Apresiasi Perbaikan Jalan yang Lama Rusak
Perbaikan jalan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Dharmasraya. Tokoh masyarakat setempat, H. Salihin (65), mengungkapkan bahwa ruas jalan itu telah lama mengalami kerusakan.
Menurut Salihin, jalan tersebut terakhir kali mendapat pemeliharaan pada 1992. Karena itu, rehabilitasi yang berlangsung saat ini menjadi kabar baik bagi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wakil Gubernur dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Akhirnya jalan kami mendapat perhatian dan diperbaiki,” ungkap Salihin.
Dalam peninjauan proyek tersebut, Vasko turut didampingi Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumbar Armizoprades, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Rehabilitasi jalan Simpang Koto Baru–Tanjung Simalidu diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus mendukung mobilitas dan aktivitas masyarakat di wilayah Dharmasraya. (*)






