Wako Fadly Amran Instruksikan Camat Perketat Pengawasan Bangunan Ilegal hingga Pungli

Penulis -

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin rapat internal bersama jajaran OPD terkait dan camat se-Kota Padang di Rumah Makan Sederhana, Rabu (26/8/2026). (Foto: Pemko Padang)

Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin rapat internal bersama jajaran OPD terkait dan camat se-Kota Padang di Rumah Makan Sederhana, Rabu (26/8/2026). (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Wali Kota Padang Fadly Amran menginstruksikan seluruh camat memperketat pengawasan di wilayah masing-masing guna menekan bangunan ilegal, spanduk liar, pungutan liar (pungli), pembuangan limbah sembarangan dan berbagai bentuk kesemrawutan kota.

Instruksi tersebut disampaikan Fadly saat memimpin rapat internal bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan camat se-Kota Padang. Rapat berlangsung di Rumah Makan Sederhana, Rabu (26/8/2026).

Hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tarmizi Ismail. Sejumlah pimpinan OPD terkait juga mengikuti rapat tersebut.

Camat Diminta Aktif Turun ke Lapangan

Fadly menegaskan penataan Kota Padang membutuhkan pengawasan langsung dari pemerintah di tingkat kecamatan. Ia meminta camat tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat.

“Camat harus aktif turun ke lapangan, bukan sekadar menunggu laporan, agar setiap persoalan masyarakat dapat ditangani secara baik,” kata Fadly.

Menurutnya, pengawasan perlu mencakup kebersihan lingkungan, pengelolaan limbah, penertiban spanduk dan bangunan liar, hingga kondisi trotoar dan kawasan wisata.

Fadly juga meminta camat mengedepankan pembinaan saat menjalankan kebijakan. Pendekatan humanis, menurutnya, tetap penting agar penertiban tidak memutus aktivitas masyarakat.

Bangunan Ilegal dan Fasilitas Umum Jadi Perhatian

Dalam rapat tersebut, Fadly menyoroti sejumlah elemen yang dinilai mengganggu wajah dan fungsi ruang publik. Di antaranya terpal atau tenda biru, spanduk liar, bedeng, serta bangunan yang memanfaatkan trotoar, drainase, dan jalur hijau.

Ia meminta setiap temuan segera mendapat tindak lanjut sesuai mekanisme administrasi yang berlaku.

“Kita berharap penataan tidak berhenti pada penertiban, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mewujudkan lingkungan kota yang tertib, bersih, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Fadly menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan pembangunan ilegal terus berlangsung di Kota Padang. Namun, ia juga meminta petugas tetap memberikan pembinaan kepada masyarakat dalam proses penataan.

Baca Juga :  Pemko Padang Siapkan 3,5 Hektare Lahan Huntap bagi Korban Banjir Koto Tangah

“Tidak boleh ada lagi pembangunan ilegal di Kota Padang, setiap temuan harus segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme administrasi yang berlaku,” tegasnya.

PKL Tetap Dibina, Pemanfaatan Fasilitas Umum Ditertibkan

Penataan kota juga menyentuh keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Fadly meminta pemerintah tetap memberikan pembinaan sekaligus mencari solusi bagi aktivitas perdagangan masyarakat.

“Pedagang kaki lima (PKL) tetap harus dibina dan diberikan solusi, tetapi pemanfaatan fasilitas umum secara semrawut tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Selain kawasan permukiman dan pusat kota, pemerintah juga memberi perhatian khusus terhadap kawasan wisata.

Fadly Tegaskan Tidak Ada Toleransi terhadap Pungli

Fadly menekankan pengawasan terhadap pungli, terutama di sejumlah destinasi wisata Kota Padang. Kawasan yang menjadi perhatian antara lain Pantai Padang, Pantai Air Manis, Gunung Padang, dan Batang Arau.

Ia meminta pengawasan berlangsung hingga malam hari. Pemerintah juga harus memastikan petugas parkir yang bertugas memiliki legalitas dan identitas yang jelas.

“Pengawasan harus diperkuat hingga malam hari, termasuk memastikan petugas parkir yang beroperasi merupakan petugas legal, memiliki identitas dan menerapkan mekanisme pembayaran yang jelas,” ujar Fadly.

Ia menegaskan pemerintah tidak ingin praktik pungli kembali muncul di ruang publik dan kawasan wisata Kota Padang.

“Saya tidak ingin ada lagi terjadi pungli di kota ini,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terbaru