Wako Fadly Amran: Tinggal di DAS Selalu Berisiko, Relokasi Jadi Solusi

Penulis -

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran saat Rapat Pembahasan Perubahan Aliran Sungai bersama akademisi dan pemangku kepentingan di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (6/1/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Wali Kota Padang Fadly Amran saat Rapat Pembahasan Perubahan Aliran Sungai bersama akademisi dan pemangku kepentingan di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (6/1/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Relokasi warga di Daerah Aliran Sungai (DAS) Padang menjadi fokus Pemerintah Kota Padang untuk menekan risiko banjir berulang.

Wali Kota Padang Fadly Amran menilai, warga yang tinggal di sepanjang DAS selalu terdampak setiap kali hujan deras melanda kota.

Dalam dua kejadian banjir terakhir, kawasan DAS kembali mengalami genangan, lumpur, dan krisis air bersih. Kondisi ini dinilai tidak bisa dibiarkan berulang tanpa solusi jangka panjang.

Fadly Amran menyampaikan kekhawatirannya saat Rapat Pembahasan Perubahan Aliran Sungai bersama akademisi dan pemangku kepentingan. Rapat tersebut digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (6/1/2026).

“Kalau masih tinggal di DAS, ketika hujan kena lagi, ada lumpur lagi, tidak ada air bersih lagi. Sampai kapan seperti itu?” ujar Fadly.

Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa menjanjikan kondisi aman jika warga tetap memilih bertahan di kawasan rawan bencana.

Relokasi ke Huntara dan Huntap Disiapkan

Pemko Padang mendorong relokasi sementara warga yang tinggal di sepanjang DAS dan lereng perbukitan. Warga akan diarahkan menempati hunian sementara (Huntara) atau hunian tetap (Huntap) yang telah disiapkan.

“Kalau berharap tetap seperti dahulu, tentu tidak bisa kami janjikan,” kata Fadly menegaskan sikap pemerintah.

Langkah ini dinilai sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi korban dan kerugian saat bencana terjadi.

Dalam waktu dekat, Pemko Padang akan menetapkan zona merah di sejumlah kawasan DAS. Penetapan ini bertujuan mencegah pemukiman kembali tumbuh di area berisiko tinggi.

“Kita harus desain zona merah agar kawasan itu tidak ditempati masyarakat dan tidak terjadi kejadian berulang,” ujar Fadly.

Meski direlokasi, warga tetap memiliki hak atas tanahnya. Lahan di sepanjang DAS tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ladang atau area pertanian nonpermukiman. (*/red)

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Terima Rp83 Miliar untuk Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB