Padang Panjang, Javanusa—Wali Kota Hendri Arnis mengajak Kapolres AKBP Wisnu Hadi memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membangun Padang Panjang yang aman dan tertata.
Ajakan ini disampaikan saat pertemuan resmi di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (22/1/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Padang Panjang dan Polres Padang Panjang.
Wali Kota Hendri menegaskan koordinasi yang kuat menjadi fondasi utama terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Menurut dia, pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan stabilitas keamanan.
“Koordinasi yang kuat sangat penting agar pembangunan Padang Panjang berjalan lebih terencana, rapi, dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Hendri.
Ia menambahkan, sinergi antarlembaga juga mempercepat penyelesaian persoalan-persoalan strategis di daerah. Hal itu mencakup sektor tata ruang, ekonomi, hingga penanganan bencana.
Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemko.
Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai silaturahmi pertamanya sejak menjabat sebagai Kapolres.
Menurut Wisnu, sejumlah persoalan di daerah membutuhkan penanganan bersama agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan. Ia menekankan pentingnya komunikasi lintas sektor dalam setiap penyelesaian masalah.
“Kami berharap setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui koordinasi dan musyawarah dengan melibatkan seluruh pihak terkait,” kata Wisnu.
Konflik Agraria Jadi Perhatian Serius
Wisnu menyoroti konflik agraria sebagai isu yang cukup kompleks di Padang Panjang. Ia menyebut persoalan tanah ulayat dan pergeseran kepemilikan lahan perlu ditangani secara komprehensif.
Menurut dia, komunikasi berkelanjutan harus dijaga agar konflik tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Pendekatan hukum dan sosial harus berjalan seimbang.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Hendri menyebut konflik agraria sebagai isu nasional yang juga berdampak di daerah. Ia menilai program sertifikasi tanah ulayat dari Pemerintah Pusat perlu didukung secara optimal.
Hendri menekankan pentingnya memperkuat peran Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah ini strategis untuk memberikan kepastian hukum atas kepemilikan lahan.
Dalam pertemuan itu, Hendri juga memaparkan potensi sumber daya alam Padang Panjang, khususnya kawasan bukit kapur bernilai ekonomi tinggi. Pengelolaannya saat ini diselaraskan dengan proses penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Selain itu, ia menyebut sektor pendidikan dan pariwisata sebagai kekuatan utama daerah. Pemko tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Di sektor ekonomi, Pemko berupaya meramaikan Pasar Pusat melalui penyediaan area parkir yang memadai.
Langkah ini diharapkan menjadi pemantik aktivitas ekonomi masyarakat.
Hendri juga menyinggung penanganan bencana yang terus dilakukan Pemko. Sebagian warga terdampak kini telah menempati rumah susun sewa (rusunawa) dan rumah sewa.
Wisnu: Padang Panjang Unggul di Sektor Wisata
Kapolres Wisnu menambahkan, Padang Panjang memiliki daya tarik wisata yang kuat. Ia menyebut udara sejuk dan keindahan alamnya bahkan lebih unggul dibandingkan sejumlah daerah sekitar.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dijaga melalui stabilitas keamanan dan pengelolaan kawasan wisata yang berkelanjutan. Hal ini menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang Panjang, I Putu Venda, serta jajaran pejabat terkait. (*/red)






